Beranda > Akhlaq Islam > Berpakaian Yang Baik Ketika Sholat

Berpakaian Yang Baik Ketika Sholat

shalah-jamahAllah Ta’ala berfirman di dalam Surat ke-7 Al A’rof ayat 31 :

يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٍ۬

Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid!

Di dalam Tafsir Ibnu Katsir rohimahullah terkait ayat ini disebutkan secara makna bahwa ayat ini turun berkenaan dengan kebiasaan kaum musyrikin ketika itu yakni orang ‘Arob jahiliyyah yang mana mereka melakukan thowaf di Masjidil Harom dalam keadaan telanjang yang mana kaum lelaki melakukannya pada siang hari, sedangkan kaum wanita melakukannya pada malam hari. Kemudian Allah Ta’ala menurunkan ayat tersebut yang melarang untuk melakukan thowaf dalam keadaan telanjang. Dan makna ayat ini adalah disenanginya untuk bertajammul (berpenampilan indah) dengan menggunakan pakaian yang baik atau menggunakan wewangian (khusus kaum lelaki) ketika menghadiri sholat, terkhusus pada hari Jum’at atau hari ‘ied.

Dinukil pula secara makna dari Tafsir Al Baghowi rohimahullah bahwa yang dimaksud dengan az-ziinah ( الزينة ) adalah apa-apa yang dapat menutupi aurot untuk thowaf maupun sholat.

Dinukil pula secara makna dari Tafsir As Sa’di rohimahullah bahwa makna ayat tersebut adalah tutuplah aurot kalian dengan pakaian yang bersih dan indah pada setiap  sholat.

==============

Dari ayat di atas, bisa kita ambil salah satu faidah penting yakni perintah/hasungan untuk menutup aurot secara sempurna terutama ketika mengerjakan sholat maupun thowaf di Masjidil Harom dengan menggunakan pakaian yang bersih dan indah.

Hanya saja, terkadang kita melihat sebagian saudara-saudara kita kaum Muslimin yang tampak meremehkan perkara yang mulia ini. Ketika ada seseorang yang sholat mengenakan pakaian yang pendek (misalnya kaos/kemeja/semisalnya) seringkali ketika dia ruku’ atau sujud, maka bagian belakang dari pakaian tersebut sedikit tertarik ke atas sehingga menjadi tampaklah bagian (maaf) aurot belakang tubuhnya yang mana seharusnya bagian ini tertutup secara sempurna.

Atau contoh yang lain, ketika ada seseorang yang sholat dengan menggunakan celana panjang yang berbahan tipis lagi ketat, maka ketika dia melakukan ruku’ ataupun sujud akan terbentuklah bagian lekukan aurot bagian depan maupun belakangnya yang mana seharusnya salah satu syarat pakaian yang sesuai syari’at (bagi Muslim dan Muslimah) adalah yang tidak membentuk lekukan tubuhnya terlebih lekukan bagian aurotnya.

Contoh yang lain, ketika ada seseorang yang sholat dengan menggunakan pakaian yang  kotor/berbau tidak sedap/lusuh dalam kondisi sebenarnya dia mampu untuk menggantinya dengan pakaian yang lebih bersih dan tidak berbau. Maka tentunya hal yang seperti ini akan membuat jama’ah sholat yang berada di dekatnya menjadi terganggu sehingga akan mengurangi kekhusyu’an sholatnya.

Contoh yang lain dari kalangan Muslimah adalah ketika dia sholat dengan menggunakan pakaian/mukena yang berbahan tipis sehingga menampakkan apa yang berada di balik pakaian/mukena tersebut disebabkan tipisnya kain yang dipakainya.

Wahai Saudaraku, dari beberapa contoh di atas maka marilah kita saling mengoreksi pakaian kita ketika sholat.

Sudahkah kita menutup aurot dengan sempurna?

Sudahkah kita muliakan ibadah sholat dengan mengenakan pakaian yang baik dan indah sebagaimana perintah Allah Ta’ala dalam ayat di atas?

Jika ketika kita berangkat keluar rumah untuk bekerja ke kantor atau mengunjungi kerabat, maka tentunya kita akan sangat memperhatikan penampilan kita. Maka tentunya, sudah seharusnya pula ketika kita hendak beribadah kepada Allah Ta’ala yang merupakan Robb yang telah memberikan sekian banyak kenikmatan yang tidak terhingga kepada kita, sudah sepantasnyalah kita lebih memperhatikan pakaian yang kita kenakan. Jangan sampai dikarenakan kelalaian kita dalam berpakaian, maka sholat kita menjadi tidak sah atau bahkan menjadi sebab kemurkaan Allah Ta’ala dengan sebab kita tidak menutup aurot (ketika sholat ataupun di luar sholat) secara sempurna.

Semoga hal yang ringkas ini dapat bermanfaat bagi kita bersama. Allahu A’lam.

Nas’alullahassalamah wal ‘afiyah.

بارك الله فيكم

Kategori:Akhlaq Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: