Beranda > Akhlaq Islam > Akhirat itu Lebih Baik Daripada Dunia

Akhirat itu Lebih Baik Daripada Dunia

01Allah Ta’ala berfirman dalam surat ke-87 Al A’la ayat 17 :

وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.

Dinukil dari Tafsir Al Qurthubi rohimahullah (sumber: http://quran.ksu.edu.sa/tafseer/qortobi/sura87-aya17.html) :

والدار الآخرة أي الجنة . خير أي أفضل . وأبقى أي أدوم من الدنيا .

وقال النبي – صلى الله عليه وسلم – : ” ما الدنيا في الآخرة إلا كما يضع أحدكم أصبعه في اليم ، فلينظر بم يرجع ” صحيح . وقد تقدم .

وقال مالك بن دينار : لو كانت الدنيا من ذهب يفنى ، والآخرة من خزف يبقى ، لكان الواجب أن يؤثر خزف يبقى ، على ذهب يفنى . قال : فكيف والآخرة من ذهب يبقى ، والدنيا من خزف يفنى

Ad daarul aakhiroh maksudnya adalah al jannah (surga). Khoirun maksudnya adalah lebih afdhol (lebih utama). Abqoo maksudnya adalah lebih langgeng/lebih kekal daripada dunia.

Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Tidaklah dunia itu dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti seseorang dari kalian yang mencelupkan jarinya ke dalam lautan. Maka hendaklah ia lihat apa yang tersisa di jarinya tersebut (yakni berupa sisa air) ketika ia angkat kembali jarinya dari lautan.”

(Shohih – dan telah berlalu penjelasannya) — lihat pula di http://sunnah.com/muslim/53/66

Dan berkata Maalik bin Diinaar rohimahullaah :

“Andaikan dunia itu adalah dari emas yang akan musnah dan akhirat itu adalah periuk yang akan tetap kekal, niscaya wajib bagi seseorang untuk mendahulukan periuk yang akan tetap kekal tersebut daripada emas yang akan musnah. Lantas bagaimana pula halnya jika ternyata akhirat itu adalah emas yang akan tetap kekal dan dunia itu hanyalah periuk yang akan musnah?”

======================

Di dalam ayat yang lainnya, Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Tiadalah kehidupan dunia selain kesenangan yang menipu.” (Surat ke-3 Ali ‘Imron ayat 185)

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ

Seandainya dunia itu di sisi Allah setara dengan satu sayap nyamuk, niscaya Dia tidak memberi minum kepada seorang kafir pun meskipun hanya seteguk air. [hadits riwayat At Tirmidzi rohimahullah no.2320 dan dishohihkan oleh Al Albani rohimahullah]

Sumber : http://sunnah.com/tirmidhi/36/17

مَا لِي وَمَا لِلدُّنْيَا مَا أَنَا فِي الدُّنْيَا إِلاَّ كَرَاكِبٍ اسْتَظَلَّ تَحْتَ شَجَرَةٍ ثُمَّ رَاحَ وَتَرَكَهَا

Tidak ada keperluanku terhadap dunia. Tidaklah aku di dunia ini melainkan hanyalah seperti seseorang yang sedang bepergian lalu berteduh di bawah pohon, kemudian ia pergi meninggalkannya (yakni hanya beristirahat seperlunya untuk kemudian melanjutkan perjalanannya menuju tujuan akhirnya). [hadits riwayat At Tirmidzi rohimahullah no.2377 dan dishohihkan oleh Al Albani rohimahullah]

Sumber : http://sunnah.com/tirmidhi/36/74

Kategori:Akhlaq Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: