Beranda > Akhlaq Islam > Apakah Islam Sebagai Penyebab Kemerosotan Moral Manusia Ataukah Justru Sebagai Solusi Terbaik ???

Apakah Islam Sebagai Penyebab Kemerosotan Moral Manusia Ataukah Justru Sebagai Solusi Terbaik ???

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

right wrongAlhamdulillah, ashsholatu wassalamu ‘ala Rosulillahi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yawmil qiyamah. Amma ba’d.

Di masa-masa belakangan ini, telah banyak pendapat para ahli dari kalangan Muslimin maupun kalangan non-Muslim yang mengatakan bahwa telah terjadi kemerosotan moral yang menimpa generasi manusia di zaman ini.

Pergaulan bebas semakin menjadi-jadi, perilaku menyimpang ibarat binatang mulai bermunculan, angka kriminalitas meningkat, perjudian semakin marak, nilai-nilai adab dan akhlaq manusia semakin rusak, dan sekian banyak penyakit-penyakit sosial masyarakat lainnya juga semakin meningkat tajam.

Manusia semakin khawatir akan keselamatan dirinya dan keluarganya. Jangankan ketika berada di luar rumah, bahkan ketika berada di dalam rumahnya pun manusia tetap merasa khawatir akan keselamatan dirinya, keluarganya, dan hartanya. Pagar rumah dibangun tinggi dan dikunci sekuat mungkin, dipasang kamera CCTV, membayar jasa keamanan, pintu rumah dan jendela diberi teralis besi sekokoh mungkin ibarat penjara, dan sekian banyak usaha dilakukan oleh manusia hanya demi mendapatkan rasa keamanan. Seolah-olah, hari demi hari berlalu akan tetapi justru tingkat keamanan dirasakannya semakin menurun.

Jika rasa aman sudah tidak bisa dirasakan oleh manusia, maka sungguh…..sebanyak apapun harta yang dimilikinya, setinggi apapun jabatan yang disandangnya dan hal-hal lain yang ia miliki dari perkara duniawi, pasti tidak akan dapat ia nikmati dengan nyaman. Dan bahkan justru ia akan merasakan kesempitan dan kehampaan di dalam hidupnya.

Dari sini bisa kita ketahui bersama bahwasanya nikmat rasa aman ternyata merupakan suatu nikmat besar yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia dari sekian banyak nikmat-nikmat Nya yang lain. Dan bahkan salah satu permohonan bapaknya para nabi yakni Nabi Ibrohim ‘alaihishsholatu wassalam kepada Allah Ta’ala adalah meminta agar diberikan rasa aman dan permohonan tersebut disandingkannya dengan permohonan yang paling agung yakni dijauhkan dirinya dan keturunannya dari peribadatan kepada selain Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

فَلۡيَعۡبُدُواْ رَبَّ هَـٰذَا ٱلۡبَيۡتِ
ٱلَّذِىٓ أَطۡعَمَهُم مِّن جُوعٍ۬ وَءَامَنَهُم مِّنۡ خَوۡفِۭ

Maka hendaknya mereka (manusia) beribadah kepada Robb (Pemilik) rumah ini (yakni Ka’bah) !
(Dia) yang telah telah memberi makanan kepada mereka dari rasa lapar, dan memberikan rasa aman kepada mereka dari rasa takut. [Surat ke-106 Al Quroisy ayat 3-4]

وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٲهِيمُ رَبِّ ٱجۡعَلۡ هَـٰذَا ٱلۡبَلَدَ ءَامِنً۬ا وَٱجۡنُبۡنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعۡبُدَ ٱلۡأَصۡنَامَ

Dan ingatlah ketika Ibrohim berkata (dalam do’a nya) : “Wahai Robb-ku, jadikanlah negeri ini (yakni Makkah) sebagai negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari peribadatan kepada berhala-berhala. [Surat ke-14 Ibrohim ayat 35]

Ketika manusia sudah merasakan kesempitan dan kehampaan hidup di zaman yang telah terjadi kemerosotan moral tersebut, maka manusia pun mulai mencari tahu apakah penyebab dari kemerosotan moral tersebut? Dan kemudian, manusia pun mulai mencari tahu pula tentang cara apakah yang menurut mereka dapat menghilangkan kesempitan dan kehampaan hidup yang ia rasakan tersebut?

Kemudian manusia pun mulai sedikit demi sedikit menemukan sebab-sebab dari munculnya kemerosotan moral manusia tersebut. Bersamaan dengan itu pula, telah kita temui bersama bahwasanya di sekian banyak media massa telah dibuat opini-opini buruk terhadap ajaran Islam yang dilancarkan oleh musuh-musuh Islam.

Ajaran Islam telah diopinikan sebagai ajaran yang kejam, barbar, terbelakang, kuno, tidak sesuai dengan perkembangan zaman, dan sekian banyak opini buruk lainnya. Sehingga, terbentuklah opini buruk tentang ajaran Islam yang pada ujungnya menyebabkan ajaran Islam dianggap oleh manusia bukan sebagai solusi terbaik untuk menanggulangi kemerosotan moral manusia tersebut.

Dan pada saat yang bersamaan pula, justru diopinikan bahwasanya ajaran bangsa Barat atau ajaran di luar Islam adalah ajaran yang lebih modern dan lebih tinggi daripada ajaran apapun. Sehingga, tidak sedikit pula umat Islam yang justru mencari solusi terhadap kemerosotan moral tersebut dari ajaran-ajaran bangsa Barat atau selainnya. Duhai….justru hal inilah yang menjadi musibah besar bagi umat Islam dan juga umat manusia secara umum.

Maka dari sekian sumber yang ada, kita pun menemui bahwasanya manusia telah mulai menemukan beberapa hal yang mereka anggap sebagai penyebab dari munculnya kemerosotan moral tersebut. Berikut ini adalah beberapa hal tersebut :

1. Minuman keras (khomer) dan narkotika

Akibat dari minuman keras tersebut, muncul sekian banyak kerusakan. Akal sehat manusia hilang dan emosi mudah tersulut ketika sudah mabuk, yang mana hal ini mengakibatkan munculnya sekian banyak kerusakan-kerusakan dan penyakit-penyakit sosial masyarakat seperti pertengkaran, perselisihan, pembunuhan, perkosaan dan lain sebagainya yang mana itu semua akan berujung pada munculnya kemerosotan moral manusia.

Dan tentunya kita pun mengetahui bahwa di dalam ajaran agama atau budaya tertentu, para pemeluknya meyakini bahwasanya meminum khomer itu adalah hal yang biasa dan bukan merupakan hal yang terlarang.

Akan tetapi di dalam ajaran Islam, jelas-jelas bahwa meminum khomer adalah harom dan termasuk dalam dosa besar. Dan bahkan ajaran Islam menutup segala celah dari sekian banyak jalan yang mengarah kepada tersebarnya khomer di dalam masyarakat.

Allah Ta’ala berfirman :

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلۡخَمۡرُ وَٱلۡمَيۡسِرُ وَٱلۡأَنصَابُ وَٱلۡأَزۡلَـٰمُ رِجۡسٌ۬ مِّنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَـٰنِ فَٱجۡتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ
إِنَّمَا يُرِيدُ ٱلشَّيۡطَـٰنُ أَن يُوقِعَ بَيۡنَكُمُ ٱلۡعَدَٲوَةَ وَٱلۡبَغۡضَآءَ فِى ٱلۡخَمۡرِ وَٱلۡمَيۡسِرِ وَيَصُدَّكُمۡ عَن ذِكۡرِ ٱللَّهِ وَعَنِ ٱلصَّلَوٰةِۖ فَهَلۡ أَنتُم مُّنتَہُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamer, berjudi, (berqurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaithon. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan tersebut agar kalian mendapat keberuntungan. [90] Sesungguhnya syaithon itu berkeinginan untuk menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara sesama kalian lantaran (meminum) khamer dan berjudi itu, dan juga menghalangi kalian dari mengingat Allah dan dari sholat. Maka berhentilah kalian (dari mengerjakan hal-hal tersebut). [91]
[Surat ke-5 Al Ma’idah ayat 90-91]

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ

Allah melaknat khomer, orang yang meminumnya, orang yang menuangkannya, penjualnya, pembelinya, orang yang memerasnya, orang yang mengambil hasil perasannya, orang yang mengantarnya, dan orang yang meminta untuk diantarkan.
(hadits riwayat Abu Dawud rohimahullah no.3674 dan dishohihkan oleh Al Albani rohimahullah. Sumber : http://sunnah.com/abudawud/27/6 )

Dalil-dalil lainnya di dalam ajaran Islam yang terkait dengan keharoman khomer sangatlah banyak, dan pada tulisan ini kita cukupkan pada 2 dalil yang tersebut di atas.

Dan termasuk pula dalam pembahasan ini adalah apa yang di zaman sekarang disebut dengan narkotika dengan sekian banyak jenisnya, yang mana perkara ini juga menimbulkan sekian banyak kerusakan sebagaimana khomer dikarenakan akibat buruk yakni menghilangkan akal sehat. Tentu saja, di dalam ajaran Islam narkotika pun hukumnya adalah harom.

Allah Ta’ala berfirman :

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلۡأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُ ۥ مَكۡتُوبًا عِندَهُمۡ فِى ٱلتَّوۡرَٮٰةِ وَٱلۡإِنجِيلِ يَأۡمُرُهُم بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡہَٮٰهُمۡ عَنِ ٱلۡمُنڪَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡخَبَـٰٓٮِٕثَ وَيَضَعُ عَنۡهُمۡ إِصۡرَهُمۡ وَٱلۡأَغۡلَـٰلَ ٱلَّتِى كَانَتۡ عَلَيۡهِمۡۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُواْ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُ ۥۤۙ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ
(orang-orang yang bertaqwa itu adalah) orang-orang yang mengikut Rosul yakni Nabi yang ‘ummi (tidak bisa membaca dan menulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka. (Rosul ini) menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka [1]. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya [Al Qur’an], mereka itulah orang-orang yang beruntung. [Surat ke-7 Al A’rof ayat 157]

Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiAllahu ‘anhuma :

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
Setiap yang memabukkan adalah termasuk khomer, dan setiap yang memabukkan adalah harom. (Hadits shohih riwayat An Nasa’i rohimahullah no.5699) Sumber : http://sunnah.com/nasai/51/161

2. Pergaulan bebas antara pria dan wanita

Akibat dari bebasnya pergaulan antara pria dan wanita yang notabene bukan mahrom, maka muncul pula sekian banyak kerusakan seperti zina (hubungan suami-istri tanpa ikatan pernikahan yang sah), perkosaan, munculnya pelacuran, aborsi (pembunuhan terhadap janin yang tidak berdosa), rusaknya hubungan rumah tangga, dan sekian banyak kerusakan sosial masyarakat muncul akibat dari hal tersebut.

Dan sekali lagi, kita pun mendapati bahwasanya di dalam ajaran agama atau budaya tertentu membolehkan bagi para pemeluknya untuk melakukan hal-hal yang bisa mengantarkan kepada munculnya perzinaan tersebut. Misalnya : diperbolehkan berdua-duaan antara pria-wanita yang bukan mahrom, diperbolehkan campur baur tanpa batas antara pria-wanita yang bukan mahrom, dan lainnya yang merupakan jalan menuju ke arah perzinaan.

Akan tetapi di dalam ajaran Islam, justru jalan-jalan yang menuju ke arah perzinaan telah ditutup dengan rapat. Dan bahkan di dalam ajaran Islam, zina adalah termasuk pula ke dalam dosa besar dan pelakunya diancam dengan hukuman yang sangat berat yakni hukuman mati (rajam) bagi pelaku zina yang sudah pernah menikah dengan pernikahan yang sah, dan hukuman cambuk 100 kali ditambah dengan diasingkan selama 1 tahun. Ancaman hukuman berat tersebut adalah dalam rangka mencegah agar para calon pelaku zina berpikir ulang ketika ingin melakukan perbuatan keji tersebut.

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓۖ إِنَّهُ ۥ كَانَ فَـٰحِشَةً۬ وَسَآءَ سَبِيلاً۬
Dan janganlah kalian mendekati perbuatan zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan merupakan jalan yang buruk. [Surat ke-17 Al Isro ayat 32]

ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِى فَٱجۡلِدُواْ كُلَّ وَٲحِدٍ۬ مِّنۡہُمَا مِاْئَةَ جَلۡدَةٍ۬ۖ وَلَا تَأۡخُذۡكُم بِہِمَا رَأۡفَةٌ۬ فِى دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأَخِرِۖ وَلۡيَشۡہَدۡ عَذَابَہُمَا طَآٮِٕفَةٌ۬ مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina (yakni yang belum menikah), maka cambuklah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk [menjalankan] agama Allah jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhirat. Dan hendaklah [pelaksanaan] hukuman mereka tersebut disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.
[Surat ke-24 An Nur ayat 2]

3. Berpakaian yang membuka aurot

Termasuk pula salah satu penyebab munculnya penyakit sosial dalam masyarakat yang berujung pada kemerosotan moral dan masih berhubungan dengan poin kedua di atas adalah manusia berpakaian yang membuka aurot mereka satu sama lain. Bahkan di zaman sekarang ini, seolah-olah telah terbentuk opini bahwa salah satu tanda kemajuan berpikir seseorang adalah apabila dia berpakaian yang membuka aurotnya.

Bahkan yang lebih ironisnya lagi adalah di zaman sekarang ini banyak pula manusia yang pergi ke tempat-tempat ibadah mereka dengan berpakaian yang membuka aurot seperti paha yang terbuka, belahan dada yang rendah, pakaian ketat yang menampakkan lekuk tubuh, dan semisalnya. Pakaian yang seperti inikah yang engkau gunakan ketika beribadah kepada Tuhan mu wahai manusia???

Adapun bagi seseorang yang berpakaian serba tertutup dikarenakan masih adanya rasa malu dan keinginan untuk tunduk kepada ajaran agamanya, maka telah dianggap oleh kebanyakan manusia sebagai orang yang ketinggalan zaman, berpikiran kolot, dan julukan-julukan buruk semisalnya.

Tentunya sudah kita pahami bersama bahwasanya naluri seorang manusia adalah adalah menyukai lawan jenisnya. Sehingga, jika antara manusia lawan jenis saling berpakaian yang membuka aurotnya maka sudah barang tentu hal ini akan mengundang ketertarikan satu sama lain yang mana pada ujungnya akan menyebabkan munculnya penyakit sosial masyarakat seperti hilangnya rasa malu, rusaknya hubungan suami-istri, maraknya pergaulan bebas, perkosaan, rusaknya akhlak, munculnya perzinaan, dan lainnya.

Adapun di dalam ajaran Islam, manusia diwajibkan untuk berpakaian yang menutupi aurotnya. Dan secara ringkasnya, beberapa syarat pakaian yang sesuai dengan ajaran Islam adalah :
a. pakaian tersebut menutupi seluruh aurotnya (aurot wanita adalah seluruh bagian tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan, dan aurot pria adalah dari lutut hingga pusar).
b. pakaian tersebut longgar dan tidak ketat yang bisa membentuk lekukan tubuh.
c. pakaian tersebut cukup tebal sehingga tidak menerawang atau menampakkan apa yang ada di balik pakaian.
d. pakaian tersebut bukan merupakan pakaian khas yang biasa dipakai oleh lawan jenisnya.
e. pakaian tersebut bukan merupakan pakaian kemegahan yang biasa digunakan untuk mencari ketenaran.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam riwayat Abu Huroiroh rodhiAllahu ‘anhu :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak sekian dan sekian. [Hadits shohih riwayat Muslim rohimahullah no.2128] Sumber : http://sunnah.com/muslim/37/190

4. Perjudian

Perjudian pun termasuk ke dalam faktor penyebab terjadinya kemerosotan moral manusia. Akibat dari perjudian tersebut adalah terbuangnya harta dengan percuma, munculnya keributan hingga pembunuhan, rusaknya hubungan keluarga, membentuk mental pemalas lagi culas, dan sekian banyak kerusakan sosial lainnya.

Dan sekali lagi, ternyata di sebagian ajaran budaya tertentu justru menjadikan perjudian sebagai salah satu ajang kesenangan mereka. Sehingga, tidak jarang kita temui di sebagian daerah atau negara tertentu sangat marak dengan yang namanya perjudian, dan bahkan telah dijadikan sesuatu hal yang legal serta menjadi sumber pendapatan bagi negara.

Akan tetapi di dalam ajaran Islam, perjudian juga termasuk dalam perbuatan yang harom dan termasuk pula dalam dosa besar, sebagaimana telah disebutkan di dalam Surat Al Ma’idah ayat 90-91 di atas.

5. Tidak adanya figur keteladanan

Salah satu penyebab munculnya kemerosotan moral adalah tidak adanya sosok atau figur yang dapat dijadikan keteladanan oleh manusia. Sehingga, banyak manusia yang justru menjadikan figur dari orang-orang yang berakhlak buruk seperti dari kalangan artis, penyanyi, tokoh politik, dan semisalnya. Akibatnya, muncul sekian banyak kerusakan seperti hilangnya akhlak yang baik, munculnya sikap bingung ketika menghadapi masalah, munculnya sikap mudah putus asa, bunuh diri, hilangnya rasa percaya diri, dan lainnya.

Adapun di dalam ajaran Islam, para pemeluknya telah menjadikan diri Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sosok teladan terbaik.

Allah Ta’ala berfirman :

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ۬
Dan sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) benar-benar berada di atas akhlaq/budi pekerti yang agung [Surat ke-68 Al Qolam ayat 4]

لَّقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ۬ لِّمَن كَانَ يَرۡجُواْ ٱللَّهَ وَٱلۡيَوۡمَ ٱلۡأَخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا
Sungguh benar-benar telah ada pada diri Rosulullah itu teladan yang baik (yakni) bagi orang yang mengharapkan (rohmat) Allah dan (kedatangan) hari akhirat serta dia banyak berdzikir kepada Allah.  [Surat ke-33 Al Ahzab ayat 21]

6. Kriminalitas

Sebab lainnya yang mengakibatkan kemerosotan moral manusia adalah munculnya kriminalitas atau kezholiman antara satu manusia dengan manusia yang lain. Pencurian, penipuan, pembunuhan, pencemaran nama baik, dan lain semisalnya merupakan bentuk-bentuk kriminalitas atau kezholiman.

Untuk menanggulangi munculnya kriminalitas, maka manusia pun sejak zaman dahulu telah berusaha membuat suatu aturan hukum yang dapat membuat para pelaku kriminalitas tersebut menjadi jera. Akan tetapi, sampai detik ini pun, ternyata manusia tidak mampu membuat suatu aturan hukum yang dapat menanggulangi masalah kriminalitas ini. Bahkan yang ada sekarang adalah justru penjara-penjara semakin sesak dihuni oleh para pelaku kriminalitas.

Maka dari sisi ini hendaknya manusia itu sadar diri bahwasanya tidak akan ada aturan hukum manapun buatan manusia yang dapat menandingi aturan hukum yang dibuat langsung oleh Sang Pencipta alam semesta ini yakni Allah Ta’ala berupa ajaran Islam. Hendaknya pula manusia sadar diri bahwasanya akal-akal mereka sampai detik ini masih belum mampu membuat solusi terbaik untuk menanggulangi kriminalitas tersebut.

Adapun di dalam ajaran Islam, telah sempurna dan lengkap diterangkan tentang berbagai hukum-hukum terkait masalah kriminalitas tersebut mulai dari hal terkecil sampai hal terbesar. Ambil contoh, terkait urusan jual beli, hidup bertetangga, urusan rumah tangga, bahkan sampai urusan mengurus suatu negara pun telah dijelaskan secara lengkap dan sempurna di dalam ajaran Islam.

Di dalam ajaran Islam, para pemeluknya diajarkan untuk memiliki adab dan akhlaq yang baik. Umat Islam pun dilarang untuk menzholimi satu sama lain. Dan terhadap para pelaku tindak kriminalitas, sekian banyak ancaman hukuman dibuat dengan tujuan agar mendatangkan efek jera yang hakiki bagi para pelakunya maupun calon pelakunya. Dengan demikian, terciptalah suatu tatanan masyarakat yang tentram dan aman.

Namun sayangnya, para musuh-musuh Islam ternyata terus saja menghembuskan opini-opini buruk mereka sehingga saat ini dikesankan bahwa ajaran Islam adalah ajaran yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Benarkah opini mereka tersebut ???
Allah Ta’ala berfirman :

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِينً۬اۚ
Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian. Dan telah Aku sempurnakan atas kalian nikmat-Ku. Dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagi kalian. [Surat ke-5 Al Ma’idah ayat 3]

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلۡقِصَاصُ فِى ٱلۡقَتۡلَىۖ ٱلۡحُرُّ بِٱلۡحُرِّ وَٱلۡعَبۡدُ بِٱلۡعَبۡدِ وَٱلۡأُنثَىٰ بِٱلۡأُنثَىٰۚ فَمَنۡ عُفِىَ لَهُ ۥ مِنۡ أَخِيهِ شَىۡءٌ۬ فَٱتِّبَاعُۢ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَأَدَآءٌ إِلَيۡهِ بِإِحۡسَـٰنٍ۬ۗ ذَٲلِكَ تَخۡفِيفٌ۬ مِّن رَّبِّكُمۡ وَرَحۡمَةٌ۬ۗ فَمَنِ ٱعۡتَدَىٰ بَعۡدَ ذَٲلِكَ فَلَهُ ۥ عَذَابٌ أَلِيمٌ۬
وَلَكُمۡ فِى ٱلۡقِصَاصِ حَيَوٰةٌ۬ يَـٰٓأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ لَعَلَّڪُمۡ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh; (yakni) orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema’afkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma’af) membayar [diyat/tebusan] kepada yang memberi ma’af dengan cara yang baik (pula). Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih. (178) Dan di dalam hukum qishash itu ada (jaminan kelangsungan] hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa. (179) [Surat ke-2 Al Baqoroh ayat 178-179]

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ، فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ، وَلاَ تَحَسَّسُوا، وَلاَ تَجَسَّسُوا، وَلاَ تَنَاجَشُوا، وَلاَ تَحَاسَدُوا، وَلاَ تَبَاغَضُوا، وَلاَ تَدَابَرُوا، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Jauhilah oleh kalian berprasangka buruk karena prasangka buruk itu adalah sedusta-dustanya ucapan. Dan janganlah kalian saling mencari-cari aib, saling memata-matai, saling menipu, saling hasad/dengki, saling membenci, dan saling membelakangi. Jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. [hadits shohih riwayat Al Bukhori rohimahullah no.6066] Sumber : http://sunnah.com/bukhari/78/96

Juga di dalam hadits lainnya Beliau shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا

Maka sesungguhnya darah-darah kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan kalian adalah harom untuk dinodai sebagaimana haromnya (mulianya) hari ini (yakni hari ‘arofah), di bumi ini (yakni di Padang ‘Arofah), dan di waktu bulan ini (yakni bulan Dzulhijjah). [hadits shohih riwayat Al Bukhori rohimahullah no.1739]
Sumber : http://sunnah.com/bukhari/25/217

7. Kebebasan Media Massa

Tidaklah kita pungkiri bahwasanya kebebasan media massa pun telah menjadi salah satu sebab munculnya kemerosotan moral manusia. Sekian banyak perilaku menyimpang yang ada di berbagai media massa justru telah membawa pengaruh besar bagi rusaknya akhlak manusia.

Sekian banyak kerusakan terjadi akibat bebasnya media massa seperti rusaknya moral dan akhlak manusia, rusaknya hubungan keluarga, munculnya tindak kriminalitas, munculnya mental hedonisme, munculnya sikap serba permisif, dan lain semisalnya.

Di dalam budaya tertentu, kebebasan berpikir dan berekspresi telah menjadi suatu prinsip di dalam masyarakat mereka. Sehingga tidak jarang kita jumpai di beberapa negara tertentu yang notabene bukan merupakan negara Islam, mereka sampai ada yang melegalkan perkawinan sesama jenis (gay/lesbi), melegalkan pelacuran, melegalkan perjudian, melegalkan narkotika, dan semisalnya dengan alasan itu adalah hak kebebasan. Sungguh, akal-akal sehat mereka telah terbalik. Tidakkah mereka melihat kenyataan bahwa binatang sekalipun tidak ada yang kawin antara jantan dengan jantan atau betina dengan betina???

Inilah akibat dari kebebasan media massa yang diusung oleh kaum non-Muslim. Adapun di dalam ajaran Islam, segala sesuatu itu sudah ada aturannya dengan lengkap, indah, dan sempurna demi menjaga hak-hak dan kewajiban-kewajiban dari masing-masing manusia yang satu dengan manusia yang lainnya.

Bahkan terkait penukilan suatu berita pun, di dalam ajaran Islam mewajibkan untuk bertabayyun (cross check) jika berita itu dibawa oleh orang yang diragukan kejujurannya. Sehingga, tidak semua berita itu bisa disebarluaskan secara bebas sehingga menjadi kabur antara kebenaran dengan kedustaan.

Allah Ta’ala berfirman :

يَـٰٓأَيُّہَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن جَآءَكُمۡ فَاسِقُۢ بِنَبَإٍ۬ فَتَبَيَّنُوٓاْ أَن تُصِيبُواْ قَوۡمَۢا بِجَهَـٰلَةٍ۬ فَتُصۡبِحُواْ عَلَىٰ مَا فَعَلۡتُمۡ نَـٰدِمِينَ
Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepada kalian orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kalian tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kalian menyesal atas perbuatan tersebut. [Surat ke-49 Al Hujurot ayat 6]

إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِيتَآىِٕ ذِى ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنڪَرِ وَٱلۡبَغۡىِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّڪُمۡ تَذَكَّرُونَ
Sesungguhnya Allah menyuruhmu untuk berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan-perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Allah memberi pengajaran kepada kalian agar kalian dapat mengambil pelajaran. [Surat ke-16 An Nahl ayat 90]

Demikianlah 7 hal yang menjadi salah satu sebab munculnya kemerosotan moral manusia di zaman sekarang ini. Tentunya, 7 hal tersebut bukanlah sebagai pembatasan dikarenakan masih banyak terdapat sebab-sebab lainnya. Namun kita cukupkan tulisan ini agar tidak terlalu panjang.

Maka dari beberapa penjelasan di atas tersebut, kita bertanya kepada kalian wahai manusia :

“Ajaran agama atau budaya siapakah yang justru menjadi penyebab munculnya kemerosotan moral manusia?”

“Apakah ajaran Islam yang menjadi penyebabnya, ataukah justru ajaran Islam sebagai solusi tebaik untuk menanggulangi musibah besar kemerosotan moral manusia tersebut?”

Maka berpikirlah wahai orang-orang yang memiliki akal sehat!!!

Dan sebagai penutup, maka kita serukan kepada seluruh manusia agar mereka mau untuk menilai ajaran Islam dengan adil dan langsung dari sumbernya yang benar. Dan kita memohon kepada Allah Ta’ala agar memberikan petunjuk kepada kita bersama untuk mau mengikuti kebenaran ajaran Islam tersebut.

Semoga keselamatan tercurah kepada orang-orang yang mau mengikuti petunjuk. Dan semoga tulisan yang ringkas ini bermanfaat bagi kita bersama. Wallahul Muwaffiq.

بارك الله فيكم

Kategori:Akhlaq Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: