Beranda > Aqidah & Manhaj > Dunia Itu Pasti Akan Kita Tinggalkan

Dunia Itu Pasti Akan Kita Tinggalkan

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

liang kuburAlhamdulillah, ashsholatu wassalamu ‘ala Rosulillahi wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yawmil qiyamah. Amma ba’d.

Saudaraku, kita sebagai seorang manusia tentunya membutuhkan hal-hal duniawi demi tetap bisa bertahan hidup guna beribadah kepada Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah hanya kepada-Ku. [Surat ke-51 Adz Dzariyat ayat 56]

Makan, minum, harta, keluarga, rumah, kendaraan, dan semisalnya adalah beberapa contoh dari hal-hal duniawi yang kita butuhkan sesuai porsi nya dengan cara yang ma’ruf, dan menjadikan itu semua hanya sebagai perantara demi meraih kebahagiaan hakiki di negeri akhirat kelak.

Allah Ta’ala berfirman :

وَٱبۡتَغِ فِيمَآ ءَاتَٮٰكَ ٱللَّهُ ٱلدَّارَ ٱلۡأَخِرَةَ‌ۖ وَلَا تَنسَ نَصِيبَكَ مِنَ ٱلدُّنۡيَا‌ۖ
Dan carilah pada apa yang telah Allah berikan kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (hal-hal) duniawi [Surat ke-28 Al Qoshosh ayat 77]

Akan tetapi, ada sebagian dari kita yang ternyata telah terbuai oleh hal-hal duniawi tersebut dan melalaikan dari ibadah kepada Allah Ta’ala. Mereka ini telah terbuai dengan kenikmatan sesaat yang pada hakikatnya hanyalah bersifat sementara dan pasti akan musnah.

Allah Ta’ala berfirman :

مَا عِندَكُمۡ يَنفَدُ‌ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ۬‌ۗ وَلَنَجۡزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجۡرَهُم بِأَحۡسَنِ مَا ڪَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. [Surat ke-16 An Nahl ayat 96]

Harta melimpah, mobil mewah, rumah megah, jabatan mentereng, dan semisalnya barangkali telah menjadi angan-angan terbesar bagi kebanyakan manusia. Bagi mereka, hal-hal seperti itulah yang bisa mengantarkan kepada kebahagiaan. Sehingga, banyak dari manusia yang rela bersusah payah demi mengejar hal-hal itu semua hingga melalaikan kewajiban dirinya kepada Allah Ta’ala sebagai Robb yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta ini.

Namun, benarkah persangkaan mereka itu yang menyatakan bahwasanya hal-hal duniawi itu semua bisa menjadikan mereka bahagia secara hakiki dunia dan akhirat ?

Allah Ta’ala berfirman :

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا
وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ
Akan tetapi kalian lebih mengutamakan kehidupan dunia. Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. [Surat ke-87 Al A’la ayat 16-17]

Saudaraku, coba engkau bayangkan!
Anggap saja engkau adalah seorang manusia yang telah memiliki hal-hal duniawi itu semua. Lalu cobalah engkau tanyakan dengan jujur kepada dirimu sendiri : “Apakah hal ini semua bisa bermanfaat bagiku di akhirat kelak jika dalam kondisi yang bersamaan ternyata aku melalaikan ibadah kepada Allah?”

Saudaraku, ingat-ingatlah olehmu akan sebuah hadits dari lisan mulia Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh shohabat mulia yakni Anas bin Malik rodhiAllahu ‘anhu yang mana perkara yang terdapat di dalam hadits tersebut pasti akan menimpa semua manusia :

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ، يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ، وَيَبْقَى عَمَلُهُ
Tiga hal yang akan mengikuti seorang mayyit. Dua hal yang akan kembali (meninggalkan si mayyit), dan satu hal yang akan tetap menemani bersamanya. (Tiga hal) yang akan mengikutinya adalah keluarganya, hartanya, dan amalannya. Maka keluarganya dan hartanya akan kembali (meninggalkan si mayyit), dan yang akan tetap tinggal (menemaninya) adalah amalannya. [hadits muttafaqun ‘alaih]
Sumber : http://sunnah.com/bukhari/81/103 dan http://sunnah.com/muslim/55/8

Saudaraku, meskipun hartamu sepenuh bumi, atau istrimu secantik bidadari, atau jabatanmu setinggi gunung, dan lainnya……maka sungguh itu semua tidak akan bermanfaat bagimu sedikitpun jika engkau melalaikan kewajibanmu beribadah kepada Allah Ta’ala. Semua itu pasti akan meninggalkan dirimu. Dan hanyalah amal perbuatanmu yang akan menemani hidupmu dalam sepi dan gelapnya kehidupan alam kubur. Jika engkau beramal baik, maka engkau pasti beruntung. Namun jika engkau beramala buruk, maka ancaman adzab yang pedih akan menantimu di alam kubur.

Oleh karena itu, marilah kita koreksi diri kita bersama agar kita tidak termasuk ke dalam golongan orang-orang yang telah tertipu dengan kehidupan dunia yang hina ini. Dan marilah kita penuhi kehidupan dunia ini dengan amalan-amalan sholih.

Allah Ta’ala berfirman :

ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٌ۬ وَلَهۡوٌ۬ وَزِينَةٌ۬ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٌ۬ فِى ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَوۡلَـٰدِ‌ۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُ ۥ ثُمَّ يَہِيجُ فَتَرَٮٰهُ مُصۡفَرًّ۬ا ثُمَّ يَكُونُ حُطَـٰمً۬ا‌ۖ وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ عَذَابٌ۬ شَدِيدٌ۬ وَمَغۡفِرَةٌ۬ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٲنٌ۬‌ۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَـٰعُ ٱلۡغُرُورِ
Ketahuilah oleh kalian bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaika. Perhiasan dan bermegah-megah di antara kalian serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, adalah seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat [nanti] ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [Surat ke-57 Al Hadid ayat 20]

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَهُمۡ جَنَّـٰتٌ۬ تَجۡرِى مِن تَحۡتِہَا ٱلۡأَنۡہَـٰرُ‌ۚ ذَٲلِكَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡكَبِيرُ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan-amalan sholih, bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Itulah keberuntungan yang besar. [Surat ke-85 Al Buruj ayat 11]

Semoga tulisan yang ringkas ini bermanfaat bagi kita bersama.

بارك الله فيكم

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: