Beranda > Aqidah & Manhaj > Menimbang Tentang ISIS Menurut Islam

Menimbang Tentang ISIS Menurut Islam

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

terorisme-bukanlah-jihadBeberapa waktu belakangan ini telah muncul suatu headline baru di berbagai media massa dan diblow up secara besar-besaran tentang apa yang disebut dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) atau DA’ISy (Daulah Islamiyyah fi ‘Iroq wa Syam). Perhatian manusia sedunia seolah-olah terbelalak melihat sepak terjang ISIS yang tiba-tiba dan mengejutkan ini. Dan pada akhirnya, pandangan buruk pun langsung melekat kepad kelompok ISIS ini, termasuk di Indonesia ini. Mau tidak mau, nama baik agama Islam dan umat Islam pun menjadi kembali tercoreng.

Maka berikut ini beberapa hal yang perlu kita kritisi terkait ISIS/DA’ISy tersebut.

ISIS merupakan kelompok khowarij hasil buatan konspirasi tingkat tinggi dari musuh-musuh Islam.
Darimana dugaan kuat tersebut muncul ?

Berikut ini sedikit penjelasannya :

1. Telah banyak beredar di web-web berita luar negeri bahwasanya ISIS (Islamic State of Irak and Syam) atau DA’ISy (Daulah Islamiyyah fi ‘Iroq wa Syam) adalah hasil bentukan konspirasi intelijen tingkat tinggi dari musuh-musuh Islam seperti oleh intelijen Yahudi yakni Mossad beserta krooni-kroni nya. Bahkan, jika kita searching dengan kata kunci “ISIS and MOSSAD”, maka akan muncul gambar-gambar yang menunjukkan sang “Kholifah” ISIS yakni Abu Bakr Al Baghdadi ketika jenggotnya masih polos yang mana di sebagian gambar tersebut tampak bahwa orang tersebut bersama tokoh-tokoh musuh-musuh Islam.

2. Latar belakang sang “Kholifah” yakni Abu Bakr Al Baghdadi sangat misterius alias tidak jelas. Sepanjang sejarah Kholifah Islam sejak zaman Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Mu’awiyyah, Yazid, rodhiAllahu ‘anhum hingga Kholifah terakhir, maka sosok seorang Kholifah adalah sosok yang jelas latar belakangnya, jelas garis keturunannya, jelas kualitas keimanannya, dan jelas kualitas kelimuan agama nya. Adapun sang Kholifah khayalan milik ISIS, maka tidak lebih hanyalah merupakan sosok misterius yang tidak jelas latar belakangnya, tidak jelas garis keturunannya, tidak jelas kualitas keimanannya, dan tidak jelas pula kualitas keilmuan tentang Islam nya. 

Termasuk pula, sosok kholifah di dalam Islam adalah sosok yang pemberani ketika bertempur di medan jihad, dan bukan sosok yang pengecut bersembunyi di balik tabir. Adapun kholifah versi ISIS, ke manakah orang ini bersembunyi ketika kelompoknya berperang? Inikah sosok seorang Kholifah menurut Islam wahai orang-orang yang berakal sehat??? Sungguh, jauh panggang dari api.

3. Baru-baru ini di berbagai media massa muncul video penyembelihan salah seorang wartawan USA oleh ISIS dengan cara digorok lehernya menggunakan pisau komando. Dari cara ini saja, maka sungguh hal ini bertentangan dengan ajaran Islam. Di dalam ajaran Islam, seorang tawanan perang yang memang pantas untuk dibunuh, maka cara membunuhnya adalah dengan cara dipenggal sekali tebas agar mempercepat dan mempermudah proses kematian. Dan ini merupakan salah satu keindahan ajaran Islam di dalam membunuh meskipun terhadap musuhnya. Adapun membunuh manusia dengan cara digorok seperti menyembelih hewan, maka hal ini bertentangan dengan ajaran Islam. Adapun terhadap tawanan perang yang dibiarkan hidup, maka dijadikan budak dan tetap diperlakukan dengan baik. Lihatlah kepada sepanjang sejarah Indah kaum Muslimin terkait hal ini.

4. Jika saja ISIS merupakan sosok pembela umat Islam, mengapa mereka tidak menyerang negara Yahudi yang saat ini sedang membantai umat Islam di Palestina atau ke negeri Iran yang merupakan pusat negeri Syi’ah? Bukankah jarak antara Syam sangat dekat dengan Palestina maupun Iran? Tapi mengapa justru arah gerakan ISIS ini justru mengarah ke negeri-negeri Islam di Timur Tengah (Kuwait, ‘Arab Sa’udi, dan lainnya) ? Ataukah justru ISIS merupakan icon pengalihan perhatian mata internasional dari pembantaian umat Islam oleh negeri Yahudi??? Ataukah justru ISIS hanya merupakan kedok musuh-musuh Islam untuk menghancurkan negeri-negeri Islam sunni??? Maka sungguh benarlah sabda Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang secara makna menyebutkan bahwa salah satu ciri kelompok khowarij adalah membunuhi umat Islam dan justru membiarkan orang-orang kafir tetap hidup.

5. Sepanjang sejarah peperangan Islam, peperangan yang dilakukan tersebut adalah peperangan yang jantan yakni face to face (ini dadaku…mana dadamu…), dan bukan merupakan perang seperti seorang pengecut. Bisakah kita bayangkan jika ada sebuah pasukan yang menyelinap masuk ke sebuah pemukiman Muslimin, lalu pasukan ini tiba-tiba membuat ulah dengan menyerang musuh-musuh Islam atau simbol-simbol musuh-musuh Islam, kemudian ketika pasukan musuh balas menyerang, maka pasukan penyelinap pengecut ini sedikit demi sedikit mundur teratur yang ujung-ujungnya kemarahan pasukan musuh akan menimpa pemukiman umat Islam yang mayoritasnya manusia yang lemah??? Inikah peperangan yang merupakan medan laga jihad fi sabilillah???

6. Apakah ada satu saja sosok ‘ulama yang diakui keilmuannya yang bersama kelompok ISIS ini jika saja kelompok ISIS ini adalah kelompok yang berada di atas al haq?

Justru yang ada adalah para ‘ulama yang dikenal keilmuannya, mereka memperingatkan umat Islam dari kelompok ISIS ini.

Lihatlah pada berikut ini : http://salafybpp.com/index.php/manhaj-salaf/220-awas-deklarasi-khilafah-islamiyyah-khayal-di-iraq 

Dan jangan dikira yang namanya ‘ulama itu adalah sosok manusia yang tidak mengetahui perkara fiqhul waqi’ (permasalahan kekinian/kontemporer). Ini adalah dugaan yang salah besar.

Seorang ‘ulama yang benar-benar diakui keilmuannya, merupakan sosok ‘ulama yang memang telah matang dari sisi ‘ilmu maupun pengalaman. Sehingga, ketika ada seorang ‘ulama yg memang telah diakui kelimuannya telah berbicara tentang suatu perkara, maka diterima ucapannya tersebut selama tidak bertentangan dengan dalil yang ada.

Kita yang ada di Indonesia ini yang notabene jauh dari Syam tentunya hanya bisa mengambil berita dari media massa yang notabene juga dikuasai mayoritanya oleh musuh-musuh Islam.

Adapun para ‘ulama yang telah diakui keilmuannya tersebut, maka terdapat sekian kelebihan yang tidak kita miliki seperti :

  1. Para ‘ulama tinggal di negeri-negeri Timur Tengah yang notabene dekat dengan Syam dan ‘Iraq
  2. Para ‘ulama memiliki sekian banyak murid yang berasal dari sekian banyak negara, termasuk pula murid-2 yang berasal dari Syam dan ‘Iraq
  3. Sekian banyak informasi masuk kepada para ‘ulama dari berbagai sumber seperti info pemerintah setempat (beserta info intelijen negara tentunya), info dari para murid-muridnya, dsb.
  4. Para ‘ulama bukanlah sosok yang dikenal tergesa-gesa ketika mengambil suatu sikap, apalagi urusan perkara besar seperti ISIS.
  5. Kadar keilmuan dan pengalaman yang dimiliki oleh para ‘ulama

Dari beberapa kenyataan di atas mungkin sebagian kita akan bertanya : “Jika demikian, apa tujuan dimunculkannya ISIS?” Maka berikut ini adalah beberapa jawabannya :

1. Membuat icon “musuh bersama” yang baru untuk membuat opini buruk tentang Islam setelah icon lama yakni Al Qaeda dianggap sudah berakhir.

2. Mengelabui umat Islam yang memiliki semangat tinggi namun miskin ilmu agama yang benar agar mereka menyangka bahwa ISIS ini adalah kelompok yang di atas jalan Islam (padahal sesungguhnya tidak). Setelah sebagian umat Islam tertipu dan ikut bergabung dengan ISIS, maka langsung akan diblow up besar-besaran oleh media massa sehingga semakin membenarkan opini buruk tersebut. Dan kita ketahui bersama bahwasanya hampir seluruh media massa internasional itu dikuasai oleh musuh-musuh Islam.

3. Menjadikan umat Islam menjadi phobia, rendah diri, alergi, benci terhadap ajaran agamanya sendiri. Ujung-ujungnya, umat Islam akan semakin malas dan enggan untuk mempelajari ajaran agama nya sendiri.

4. Menjadikan umat Islam sebagai sasaran kemarahan manusia di seluruh muka bumi, terutama di negara-negara yang mana umat Islam nya adalah minoritas. Sehingga apa yang telah beredar baru-baru ini berupa video penggorokan wartawan USA oleh ISIS, niscaya di waktu ke depan umat Islam yang minoritas di sebuah negara akan dijadikan alasan untuk menjadi sasaran kemarahan manusia.

5. Menjadikan simbol-simbol Islam menjadi simbol yang dihinakan. Terbukti, saat ini simbol kalimat tauhid yakni Laa ilaaha illaallaah yang dijadikan lambang bendera ISIS menjadi suatu simbol yang dianggap sebagai simbol musuh bersama oleh manusia.

Maka wahai kaum Muslimin, dengan sedikit kenyataan yang ada di atas tersebut akankah kita masih meyakini bahwa ISIS/DA’ISy ini adalah Kholifah yang benar???
Wahai kaum Muslimin, dengan kenyataan yang ada ini maka hendaknya menjadikan kita untuk sadar dan mau kembali kepada ajaran Islam yang benar hingga Allah Ta’ala akan kembali memuliakan umat Islam di hadapan musuh-musuhnya.

Allah Ta’ala berfirman :

وَيَمۡكُرُونَ وَيَمۡكُرُ ٱللَّهُۖ وَٱللَّهُ خَيۡرُ ٱلۡمَـٰڪِرِينَ
Mereka (musuh-musuh Islam) berbuat makar/tipu daya (untuk menghancurkan Islam), dan Allah pun membalas perbuatan makar-makar mereka. Dan Allah adalah sebaik-baik pembalas makar/tipu daya (dari musuh-musuh Islam). -Surat Al Anfal ayat 30-

يُرِيدُونَ لِيُطۡفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفۡوَٲهِهِمۡ وَٱللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِۦ وَلَوۡ ڪَرِهَ ٱلۡكَـٰفِرُونَ
Mereka (musuh-musuh Islam) menginginkan untuk memadamkan cahaya agama Allah dengan mulut-mulut mereka. Dan Allah akan tetap menyempurnakan cahaya agama-Nya tersebut walaupun orang-orang kafit itu benci (Surat Ash Shoff ayat 8)

Diakui atau tidak, umat Islam sendiri juga memiliki andil terhadap keterpurukan yang dialami oleh umat Islam di masa sekarang ini, sehingga membuat musuh-musuh Islam leluasa berbuat makar.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam Sunan Abi Dawud rohimahullah dengan sanad shohih :  – http://sunnah.com/abudawud/39/7

عَنْ ثَوْبَانَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏”‏ يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ ‏”‏ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ‏”‏ ‏.‏ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ ‏”‏ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ‏”

Diriwayatkan dari Tsauban rodhiAllahu ‘anhu ia berkata :

Rosulullah shollallahu ‘alaihi  wa sallam bersabda : “Hampir-hampir saja umat manusia kelak akan mengerumuni kalian sebagaimana sebuah makanan yang dikerumuni oleh orang-orang yang makan.”
Salah seorang shohabat pun berkata : “ Apakah kita (yakni umat Islam) pada saat itu berjumlah sedikit?”
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Bahkan kalian saat itu berjumlah banyak. Akan tetapi kalian saat itu ibarat buih pada buih-buih aliran air bah (yakni jumlahnya banyak, akan tetapi tidak ada nilainya). Dan Allah mencabut rasa takut/rasa segan dari dada-dada musuh-musuh kalian. Lalu Allah timpakan kepada kalian perasaan al wahn.”
Maka salah seorang shohabat pun berkata : “Apa itu al wahn?”
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab : “Cinta kepada dunia dan takut mati.”

Ada pepatah : “JAS MERAH” – jangan sekali-kali melupakan sejarah.

Maka sungguh, jika kita mau untuk kembali disegani, dihormati, dan mendapatkan kemuliaan di tengah-tengah umat manusia, kita semua harus bercermin kepada sejarah bagaimana umat Islam di masa-masa awal memperoleh kejayaan dan kemenangan.

Dahulu di awal-awal Islam baru muncul, umat Islam pun dilecehkan dan tidak memiliki kekuatan. Akan tetapi dengan sebab kesabaran umat Islam di masa itu dalam menjalankan ajaran-ajaran Islam yang benar, maka kemudian Allah Ta’ala berikan kepada mereka kemenangan demi kemenangan yang pada akhirnya umat Islam menjadi mulia dan disegani oleh musuh-musuhnya.

Maka inilah yang harus dilakukan oleh umat Islam di masa sekarang ini, yakni hendaknya umat Islam mau kembali kepada ajaran agamanya dengan benar, mempelajarinya, mengamalkannya, mendakwahkannya, kemudian senantiasa bersabar di atas semua hal tersebut. Dan intisari dari ajaran Islam yang paling utama adalah kita hanya beribadah kepada Allah semata, dan tidak mensekutukannya di dalam peribadatan tersebut dengan suatu apapun.

Hal ini sesuai dengan janji Allah dalam surat An Nur ayat 55 :

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ ڪَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَہُمُ ٱلَّذِى ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّہُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنً۬ا‌ۚ يَعۡبُدُونَنِى لَا يُشۡرِكُونَ بِى شَيۡـًٔ۬ا‌ۚ وَمَن ڪَفَرَ بَعۡدَ ذَٲلِكَ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ هُمُ ٱلۡفَـٰسِقُونَ

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan yang mengerjakan amal-amal yang sholih,  bahwasanya Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa. Dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhoi-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar [keadaan] mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. (Semua itu bisa terjadi jika) mereka tetap beribadah kepada-Ku dengan tidak mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang [tetap] kafir sesudah [janji] itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasiq.

Semuanya kembali kepada kita sendiri umat Islam, maukah kita kembali kepada ajaran Islam untuk menjadi umat yang mulia???
Ataukah kita rela dengan kondisi yang ada sekarang ini dan tetap terlena dengan kehidupan duniawi sehingga membuat kita semakin jauh dari ajaran Islam dan terus menerus dihinakan oleh musuh-musuh Islam???

Semoga yang sedikit ini bisa menyadarkan bagi kita bersama untuk mau kembali kepada ajaran agama yang kita anut ini.
Nas’alullahassalamah wal ‘afiyah.
Wallahul Muwaffiq.

BarokAllahu fikum.

Dengarkan link ceramah tentang kesesatan ISIS :

http://www.darussalaf.or.id/audio-tasjilat/audio-download-muhadharoh-ilmiyah-islamiyyah-wonogiri-isis-dalam-timbangan-syariat-27-syawal-1435-23-agustus-2014/

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: