Beranda > Aqidah & Manhaj > Sikap Seorang Muslim Terhadap Situasi di Mesir

Sikap Seorang Muslim Terhadap Situasi di Mesir

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

buka mata andaSikap Seorang Muslim Terhadap Situasi di Mesir

Alhamdulillahi washsholatu wassalamu ‘ala Rosulillahi wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in wa man tabi’ahum bi ihsanin ila yawmiddin. wa ba’du.

Di saat sekarang ini, mayoritas kita tentunya telah mengetahui kejadian menyedihkan yang menimpa saudara-saudara kita kaum Muslimin yang ada di Mesir pasca pelengseran Presiden Mursi oleh pihak militer Mesir. Pihak pro-Mursi dan pro-militer saling bertikai sehingga akibatnya muncul banyak korban dari kedua belah pihak yang mayoritasnya korban-korban tersebut adalah kaum Muslimin, baik itu korban dari pihak pro-Mursi yang didukung penuh oleh organisasi Al Ikhwanul Muslimun maupun dari pihak pro-militer (karena pihak militer Mesir sendiri pun mayoritasnya juga kaum Muslimin). Dinukil dari informasi yang beredar di situs-situs berita bahwa jumlah korban jiwa yang meninggal akibat peristiwa tersebut mencapai ribuan Muslimin dari kedua belah pihak. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki kondisi kaum Muslimin di setiap tempat.

Tidakkah kedua belah pihak yang bertikai tersebut mengetahui bahwasanya harta/kehormatan/darah seorang Muslim itu sangat berharga di sisi Allah Ta’ala dan harom untuk dilanggar tanpa alasan yang dibenarkan syari’at Islam ???

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya :

Sesungguhnya Allah telah mengharomkan atas kalian (yakni untuk melanggar satu sama lain) darah-darah kalian, harta-harta kalian, dan kehormatan kalian sebagaimana haromnya hari kalian ini (yakni Hari Arofah), di bulan kalian ini (yakni bulan Dzulhijjah), dan di negeri kalian ini (yakni negeri Mekkah).  – Shohih Al Bukhori nomor hadits 1742 –

Bahkan di dalam adab Islami ketika ziaroh kubur, kehormatan seorang Muslim setelah mati nya pun ternyata telah dijaga pula oleh syari’at Islam yakni dengan adanya larangan untuk duduk-duduk di atas kuburan dan menginjak kuburan, perintah untuk melepas alas kaki ketika masuk area kuburan, perintah untuk mendo’akan kebaikan bagi penghuni kuburan Muslimin, dan semisalnya.

Tidakkah hal ini menunjukkan kepada kita semua bahwasanya seorang Muslim itu sangat mulia dan berharga kedudukannya di dalam ajaran Islam ??? Lantas, mengapa di Mesir darah kaum Muslimin begitu murahnya ditumpahkan hanya karena alasan perebutan kekuasaan oleh dua pihak yang mayoritas keduanya juga sama-sama kaum Muslimin ??? Allahul Musta’an, hanya kepada Allah kita meminta pertolongan.

Yang lebih menyedihkan, ada sebagian pihak (yang sebagiannya justru berasal dari latar belakang da’i) yang menjadikan situasi di Mesir tersebut sebagai ajang untuk menjelek-jelekkan Pemerintah Sa’udi ‘Arobia (dalam hal ini Raja ‘Abdullah -semoga Allah menjaganya) hanya karena alasan Pemerintah Sa’udi ‘Arobia termasuk yang memberikan ucapan selamat kepada pemimpin militer Mesir yang telah berhasil melengserkan Presiden Mursi dengan kudeta militer.

Lantas, apakah memang Pemerintah Sa’udi ‘Arobia pantas untuk dijelek-jelekkan sedemikian rupa ? Apakah ucapan selamat yang diberikan oleh Pemerintah Sa’udi ‘Arobia itu disebabkan karena mendukung kudeta militer ?

Wahai Saudaraku….sebagai seorang Muslim tentunya kita telah diajarkan untuk bisa menilai segala sesuatu itu dengan adil berdasarkan dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah dengan bimbingan para ‘ulama robbaniyyin, dan bukan dengan dasar emosi atau perasaan semata.

Wahai Saudaraku…sekarang mari kita mulai sedikit berpikir jernih guna menilai tindakan Pemerintah Sa’udi ‘Arobia tersebut :

1.  Kita tentunya sepakat bahwasanya kedua pihak yang saat ini bertikai di Mesir yakni pro-Mursi dan pro-militer adalah mayoritasnya kaum Muslimin. Nah, bagaimana kalau ternyata ucapan selamat yang diberikan oleh Pemerintah Sa’udi ‘Arobia tersebut adalah dalam rangka demi meredam dan meredakan pertikaian yang terjadi agar tidak semakin banyak timbul korban dari kaum Muslimin sendiri dan demi menjaga dilanggarnya darah/harta/kehormatan kaum Muslimin satu sama lain ???

2.  Tatkala Raja ‘Abdullah -semoga Allah menjaganya- menjadi pihak yang pertama mengucapkan selamat kepada pemimpin militer Mesir, maka bukankah tatkala Presiden Mursi naik tahta menjadi presiden Mesir pun Raja ‘Abdullah juga termasuk pihak yang pertama mengucapkan selamat kepada Presiden Mursi ??? Dan tidak hanya cukup sampai di sini, bahkan Raja ‘Abdullah pun memberikan bantuan finansial senilai lebih dari USD 1 milyar kepada Presiden Mursi guna bisa menjalankan pemerintahan negeri Mesir dengan baik. Mau bukti ??? Silakan Anda lihat link di :

Ucapan selamat Raja ‘Abdullah kepada Presiden Mursi :

http://www.alriyadh.com/en/article/746895/king-abdullah-congratulates-egyptian-president-mohammad-morsi (secara resmi, Presiden Mursi dilantik menjadi Presiden Mesir tanggal 30 Juni 2012 pasca Pemilu Mesir. Tapi di tanggal 25 Juni 2012 saat hasil Pemilu Mesir telah dimenangkan oleh Mursi, ternyata Raja ‘Abdullah secara resmi telah memberikan ucapan selamat kepada Mursi)

Bantuan Sa’udi ‘Arobia terhadap pemerintah Mursi :

http://www.thenational.ae/news/world/egypts-morsi-to-visit-saudi-arabia-in-bid-for-aid

http://www.ibtimes.com/egypts-president-meets-saudi-king-his-inaugural-foreign-trip-722271

http://www.nytimes.com/2012/07/13/world/middleeast/in-simply-meeting-egyptian-and-saudi-leaders-open-new-era.html?_r=0

http://www.worldpoliticsreview.com/articles/12144/showing-pragmatism-egypts-morsi-looks-to-saudi-arabia

3.  Apakah kita yang ada di Indonesia yang notabene jauh letaknya dari negeri Mesir lebih mengetahui kondisi tentang Mesir ataukah justru Raja ‘Abdullah beserta jajaran perangkat pemerintahan, intelijen, dan dukungan para ‘ulama nya yang lebih mengetahui tentang kondisi Mesir sehingga Raja ‘Abdullah -semoga Allah menjaganya- bisa mengambil keputusan seperti demikian yakni memberikan selamat dan dukungan kepada militer Mesir demi menjaga agar kaum Muslimin tidak semakin banyak yang menjadi korban ???

4.  Apakah selama ini kita mengenal Raja ‘Abdullah dan negeri Sa’udi ‘Arobia -semoga Allah menjaga mereka- sebagai seorang tokoh pemimpin dan negeri yang lalai terhadap kondisi kaum Muslimin di dunia ataukah justru selama ini kita lebih mengenal Beliau dan negaranya sebagai tokoh pemimpin dan negara yang sangat besar perhatiannya terhadap kondisi kaum Muslimin di dunia ??? Silakan Anda baca link berikut ini :

http://aboeshafiyyah.wordpress.com/2013/01/27/bantuan-saudi-negeri-wahhabi-ke-kaum-muslimin-di-seluruh-penjuru-dunia/

http://kaahil.wordpress.com/2011/10/13/inilah-bukti-kebaikan-pemerintah-saudi-wahabi-untuk-santripesantren-kyai-nu-indonesia-palestina-muslimin-dunia-sambutan-yang-baik-dari-pemerintah-saudi-terhadap-tokoh-tokoh-nahdhat/

http://www.alriyadh.com/en/article/759269/saudi-campaigns-cash-donations-for-syrian-people-reach-more-than-sr-532-million (kampanye penggalangan dana untuk Suriah ini digagas oleh Raja ‘Abdullah langsung)

http://www.alriyadh.com/en/article/820507/oic-thanks-saudi-arabia-for-supporting-the-burmese-community (di saat banyak negara yang penduduknya mayoritas Muslim masih belum memberikan bantuan langsung kepada kaum Muslimin Rohingya di Burma/Myanmar, justru Raja ‘Abdullah menjadi orang terdepan yang membantu mereka)

http://www.depkeu.go.id/ind/Data/saudi24105.htm (di saat banyak negeri asing yang katanya membantu korban tsunami Aceh yang ternyata itu berupa bantuan pinjaman lunak, justru Pemerintah Sa’udi ‘Arobia dan warganya memberikan bantuan hibah senilai USD 90 juta hanya dalam waktu penggalangan semalam saja)

Wahai Saudaraku…..Jika ternyata dengan bukti yang ada di link-link tersebut menunjukkan kepada kita bahwasanya Raja ‘Abdullah beserta negara Sa’udi ‘Arobia begitu besar perhatiannya terhadap kondisi kaum Muslimin di dunia, maka apakah mungkin mereka menjadi antek Amerika dan Yahudi guna menghancurkan Muslimin di negeri Mesir ???

Jika ada yang bertanya, mengapa berita-berita di atas tidak masuk di media massa ???

Maka jawabannya adalah :

“kita semua tentunya sudah mengetahui bahwasanya di belakang media massa nasional dan internasional  mayoritasnya adalah dikuasai oleh musuh-musuh Islam. Sehingga, tentunya berita-berita positif tentang Islam akan sangat sulit diakses oleh kaum Muslimin secara umum. Dan sebaliknya, berita-berita negatif tentang Islam akan sangat mudah diakses oleh kaum Muslimin secara umum.”

Jika ada yang bertanya, mengapa sikap Raja ‘Abdullah dan negeri Sa’udi ‘Arobia terkesan tidak konsisten antara sikap terhadap Mesir dan Suriah ??? (catatan : di Suriah, Raja ‘Abdullah dan negeri Sa’udi ‘Arobia termasuk yang giat membantu perjuangan kaum Muslimin Suriah melawan pemerintah syi’ah pimpinan Presiden Basyar Al Asad)

Maka jawabannya adalah :

Situasi nya berbeda antara Mesir dan Suriah. Di Mesir, pihak yang bertikai yakni pro-Mursi dan pro-militer maka mayoritas keduanya adalah pertikaian antara Muslimin dengan Muslimin. Adapun di Suriah, pertikaian yang terjadi adalah antara Muslimin dengan agama Syi’ah yang ingin melakukan pembersihan negeri Suriah dari Muslimin Sunni. Sehingga, tentunya Raja ‘Abdullah dan negeri Sa’udi ‘Arobia beserta mayoritas negara-negara Timur Tengah akan memberikan dukungan kepada kaum Muslimin Sunni Suriah.

Terakhir, terkait pihak-pihak yang sampai saat ini masih cenderung menggunakan emosi dan perasaannya terkait pertikaian yang terjadi di Mesir, maka berikut ini kita bawakan nasihat dari para ‘ulama terkait sikap seorang Muslimin di dalam menghadapi kondisi seperti yang terjadi di Mesir. Semoga hal tersebut bermanfaat bagi kita bersama. Dan tidak lupa, kita berdo’a kepada Allah Ta’ala agar mengangkat segala masalah yang menimpa umat Islam di seluruh dunia, menolong kaum Muslimin di seluruh dunia, dan memperbaiki kondisi kaum Muslimin di seluruh dunia. Sesungguhnya do’a kebaikan seseorang untuk saudaranya dalam kondisi pihak yang dido’akan itu tidak mengetahui, maka do’a yang seperti ini termasuk do’a yang mustajab. Dan hanya kepada Allah kita memohon perlindungan dan pertolongan.

Link tersebut ada di :

http://www.darussalaf.or.id/aqidah/seruan-dari-masjid-nabawi-untuk-rakyat-mesir-kembalilah-ke-rumah-rumah-kalian/

http://www.darussalaf.or.id/manhaj/konflik-mesir-korban-kedengkian-liberalisme-dan-sikap-ekstrim-ikhwani/

http://www.darussalaf.or.id/aqidah/hakekat-konflik-yang-terjadi-di-mesir/

https://pentasatriya.wordpress.com/2013/08/01/pelajaran-dari-kebodohan-ikhwanul-muslimin-mesir/

http://www.darussalaf.or.id/audio-tasjilat/nasehat-sikap-terhadap-kerusuhan-kaum-muslimin-di-mesir/

Dari peristiwa yang menimpa Mesir dan juga sikap Raja ‘Abdullah -semoga Allah menjaganya- tersebut, paling tidak kita bisa mengambil beberapa hikmah di antaranya adalah menjadi tersingkaplah da’i-da’i atau website-website “dakwah” yang mengaku ahlussunnah tetapi ternyata menyimpan bibit-bibit pemikiran hizbiyyah ataupun khowarij. Dan juga menjadi tersingkap pula pihak-pihak mana yang tergesa-gesa dalam menilai dan mensikapi sesuatu dengan pihak-pihak yang berhati-hati. Nas’alullahassalamah wal ‘afiyah wats tsabat.

Allahu A’lam.

Semoga bermanfaat bagi kita bersama.

بارك الله فيكم

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: