Beranda > Aqidah & Manhaj > Wahai Saudaraku, Mana Yang Akan Engkau Pilih ?

Wahai Saudaraku, Mana Yang Akan Engkau Pilih ?

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

terserah gueWahai Saudaraku, Mana Yang Akan Engkau Pilih ?


Wahai Saudaraku, cobalah engkau bayangkan kondisi kerajaan yang pertama berikut ini :
Ada seorang raja yang sangat berkuasa berpidato di hadapan rakyatnya :
“Wahai rakyatku, sungguh aku telah membuat peraturan-peraturan demi kebaikan seluruh rakyat yang ada di kerajaan ini. Oleh karena itu, aku perintahkan kalian agar patuhilah peraturan-peraturan tersebut. Dan aku peringatkan pula kalian agar jangan sekali-kali melanggar aturan-aturan tersebut. Aku juga telah menyediakan segala fasilitas yang kalian butuhkan demi kebaikan kalian sendiri. Pakailah oleh kalian fasilitas-fasilitas tersebut dengan baik dan janganlah kalian salah gunakan fasilitas tersebut.
Dan sebagai balasan bagi kalian, aku telah siapkan hadiah yang sangat banyak bagi orang-orang yang mematuhi peraturan tersebut, aku pun juga telah siapkan ancaman siksa yang pedih bagi orang-orang yang melanggar peraturan tersebut. Dan sungguh, kalian semua telah mengetahui bahwasanya aku sanggup untuk melakukan kedua hal tersebut.”

Wahai Saudaraku, sekarang cobalah engkau bayangkan kondisi kerajaan yang kedua berikut ini :
Ada seorang raja yang sangat berkuasa berpidato di hadapan rakyatnya :
“Wahai rakyatku, sungguh di kerajaan kita ini telah tersedia fasilitas-fasilitas yang sangat banyak. Oleh karena itu, silakanlah kalian berbuat sekehendak diri kalian sendiri. Sungguh, segala peraturan yang ada di kerajaan ini telah aku hapuskan. Terserah kalian mau berbuat apa saja.
Siapa yang kuat di antara kalian, dia lah yang beruntung. Dan siapa yang lemah di antara kalian, dia lah yang akan  tertindas. Dan janganlah kalian takut, sungguh aku tidak akan membalas apapun perbuatan baik ataupun buruk kalian. Kalian mau berbuat baik, terserah kalian. Kalian mau berbuat buruk, terserah kalian. Kerajaan kita ini adalah kerajaan bebas tanpa aturan. Nikmatilah saja oleh kalian semua.”

Wahai Saudaraku, jika engkau disuruh memilih dari dua kondisi kerajaan di atas manakah yang akan engkau pilih untuk hidup di dalamnya ???
Saya yakin, semua dari kita tentunya ingin hidup di kerajaan kondisi yang pertama yang memiliki raja yang berkuasa, arif bijaksana lagi dermawan. Adakah di antara kita yang ingin hidup di kerajaan kondisi yang kedua yang memiliki raja lalim tanpa aturan ??? Jika ada….maka patut kita pertanyakan kondisi akal sehat orang tersebut.

Surat Ali ‘Imron ayat 190-191 :

إِنَّ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱخۡتِلَـٰفِ ٱلَّيۡلِ وَٱلنَّہَارِ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّأُوْلِى ٱلۡأَلۡبَـٰبِ
ٱلَّذِينَ يَذۡكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَـٰمً۬ا وَقُعُودً۬ا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمۡ وَيَتَفَڪَّرُونَ فِى خَلۡقِ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِ رَبَّنَا مَا خَلَقۡتَ هَـٰذَا بَـٰطِلاً۬ سُبۡحَـٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang memiliki akal. (190)
[yaitu] orang-orang yang mengingat Allah dalam keadaan sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi [seraya berkata]: “Wahai Robb kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan kebatilan [yakni sia-sia]. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (191)
Berkata Ibnu Katsir rohimahullah pada tafsir ayat 191 ini :
“Tidaklah Allah ciptakan seluruh ciptaan-Nya dengan sia-sia, akan tetapi justru dengan tujuan yang haq yakni guna membalas orang-orang yang berbuat penyelewengan dan membalas orang-orang yang berbuat kebaikan.”
Surat Al Qiyamah ayat 36 :

أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja [tanpa pertanggung-jawaban]?

Berkata Ibnu Katsir rohimahullah pada tafsir ayat ini أَن يُتۡرَكَ سُدًى  :

“Berkata As Suddi :  yakni (dibiarkan begitu saja) tanpa dibangkitkan kembali (di hari kiamat untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di dunia) ? Berkata pula Mujahid, Asy Syafi’i, dan ‘Abdurrohman bin Zaid bin Aslam : yakni (dibiarkan begitu saja) tanpa ada perintah dan larangan ?

Dan yang tampak secara zhohir dari ayat tersebut bahwasanya makna ayat mencakup kedua tafsiran tersebut. Yakni tidaklah manusia itu dibiarkan hidup di dunia ini begitu saja tanpa adanya perintah dan larangan. Dan tidaklah pula manusia itu dibiarkan begitu saja mati di dalam kuburnya tanpa dibangkitkan kembali (untuk dimintai pertanggungjawaban). Bahkan justru manusia itu merupakan makhluk yang diberikan perintah dan larangan tatkala di dunia. Dan kelak mereka akan dikumpulkan kembali di hadapan Allah Ta’ala pada hari akhirat.”

Surat Adz Dzariyat ayat 56-58 :

وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
مَآ أُرِيدُ مِنۡہُم مِّن رِّزۡقٍ۬ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ

Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah (hanya) kepada-Ku saja. (56) Aku tidak menghendaki rizqi sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. (57) Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rizqi Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (58)
Berkata Ibnu Katsir rohimahullah pada tafsir ayat ini  وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ :
“Bahwa sesungguhnya Allah menciptakan mereka untuk memerintah agar beribadah kepada Allah saja (untuk mashlahat mereka sendiri), dan bukan karena Allah yang memerlukan ibadah mereka.”

 

Semoga bermanfaat bagi kita bersama.
بارك الله فيكم

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: