Beranda > Lain-Lain > Kesederhanaan Prosesi Penguburan Dalam Ajaran Islam

Kesederhanaan Prosesi Penguburan Dalam Ajaran Islam

بسم الله الرحمن الرحيم

Ajaran Islam merupakan ajaran yang indah dan sempurna. Hal ini sebagaimana yang telah Allah Ta’ala firmankan dalam Surat Al Maa’idah ayat ke-3 :

ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِى وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَـٰمَ دِينً۬ا‌ۚ

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.

Segala aspek kehidupan dari hal terkecil sampai hal yang terbesar telah diatur dengan jelas di dalam ajaran Islam. Mulai dari seseorang membuka matanya saat bangun tidur sampai kembali memejamkan matanya saat akan tidur, semuanya juga telah diatur adab-adabnya di dalam ajaran Islam. Termasuk di dalam kesempurnaan Islam tersebut adalah bahwa telah diatur pula tata cara proses penguburan seorang Muslim.

Bila kita membaca hukum-hukum yang berkaitan dengan proses penguburan dalam Islam, maka kesimpulan secara garis besarnya antara lain (untuk lebih lengkapnya silakan baca kitab Ahkamul Jana’iz karya Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rohimahullah yang telah ada terjemahannya dalam Bahasa Indonesia) :

1. menyegerakan proses pengurusan dan penguburan jenazah

2. ridho terhadap musibah yang menimpa keluarga si jenazah

3. tidak meninggikan kuburan, tidak pula menghiasnya, tidak pula membuat bangunan ataupun pelita di atasnya

4. tidak menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah ataupun sebagai tempat yang diagungkan

Beberapa hadits Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam yang menerangkan tentang hal ini antara lain :

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi dia berkata: Ali bin Abu Thalib berkata kepadaku:

أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Maukah kamu aku utus sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengutusku? Hendaklah kamu jangan meninggalkan gambar-gambar (bernyawa) kecuali kamu hapus dan jangan pula kamu meninggalkan kuburan kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim no. 969)

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu anhu berkata:

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِتَسْوِيَتِهَا

“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR. Muslim no. 968)

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu anhuma dia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mengapur kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR. Muslim no. 970)

= http://www.al-atsariyyah.com =

Dan sungguh….sekian banyak penyimpangan yang disebabkan oleh kuburan saat ini telah banyak tersebar luas di kalangan kaum Muslimin dikarenakan kebodohan mereka terhadap ajaran Islam dan juga sikap berlebihan mereka terhadap orang-orang mulia di antara mereka. Betapa banyak kita lihat di sekitar kita banyaknya kuburan-kuburan yang diagungkan dan bahkan dijadikan tandingan bagi Allah Ta’ala.

Selain itu, sikap dari para pembesar-pembesar itu sendiri pun seakan-akan mendukung untuk terjadinya sikap pengagungan terhadap kuburan-kuburan. Betapa banyak kita lihat tatkala ada orang mulia atau pembesar di kalangan mereka meninggal, lalu diadakanlah suatu prosesi penguburan yang luar biasa mewah dan megah. Lalu, tidak lupa pula pada akhirnya kuburan tersebut dibangun sedemikian rupa dengan megahnya. Apakah hal yang seperti ini merupakan ajaran Islam ???

Beberapa waktu yang lalu pada tahun 2005, mata dunia telah dibuat “terperangah” oleh prosesi penguburan salah seorang pembesar Islam, yakni Raja Fahd (rohimahulloh) yang merupakan Raja Kerajaan Sa’udi ‘Arobia. Beliau rohimahulloh merupakan raja dari negeri Sa’udi ‘Arobia dan juga merupakan salah satu orang kaya di dunia. Dari segi harta, kedudukan, kemuliaan, Beliau rohimahulloh bisa saja membuat suatu prosesi penguburan yang luar biasa megah sebagaimana yang dilakukan para pembesar-pembesar lainnya termasuk di Indonesia ini. Akan tetapi, disebabkan dengan ketawadhu’an dari keluarganya yang mana keluarganya sangat memegang teguh ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam, maka prosesi penguburan Beliau rohimahulloh justru sangat sederhana dan membuat “terperangah” mata dunia. Bahkan, diberitakan bahwa ada salah seorang pendeta Nashroni yang masuk Islam tatkala melihat siaran langsung prosesi penguburan Raja Fahd rohimahulloh di televisi disebabkan karena kesederhanaan prosesi penguburan cara Islam ini.

Dan beberapa hari yang lalu tepatnya hari Sabtu tanggal 22 Oktober 2011, telah meninggal pula salah seorang putra mahkota Kerajaan Sa’udi ‘Arobia yakni Pangeran Sulthon bin ‘Abdil ‘Aziz Alu Su’ud (rohimahulloh) dikarenakan sakit yang telah dideritanya selama beberapa waktu, yang mana Beliau rohimahulloh juga merupakan Menteri Pertahanan Kerajaan Sa’udi ‘Arobia. Dan kembali….mata dunia dibuat “terperangah” dengan kesederhanaan prosesi penguburan Beliau rohimahulloh di saat Beliau adalah seorang yang memiliki kedudukan yang terhormat di internal Kerajaan Sa’udi ‘Arobia maupun di eksternal yakni di ranah dunia. Silakan Anda lihat beberapa dokumentasi nya di link http://www.alriyadh.com/net/article/678735 .

Setelah Anda melihat kesederhanaan prosesi penguburan kedua orang besar tersebut yang mana keduanya dikuburkan di areal pekuburan umum dan bukan areal pekuburan khusus atau “taman makam pahlawan” , maka masihkah Anda wahai musuh-musuh Islam memberikan sebutan-sebutan yang buruk terhadap Kerajaan Sa’udi ‘Arobia ??? Tidakkah justru yang kita lihat adalah bahwa Kerajaan Sa’udi ‘Arobia beserta para aparat pemerintahannya merupakan orang-orang yang tunduk patuh terhadap ajaran-ajaran Islam sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam ??? Silakanlah Anda bandingkan sendiri prosesi tersebut dengan prosesi penguburan para tokoh agama/tokoh negara di negeri Indonesia ini yang mana justru bisa jadi “ketenaran” nya justru jauh di bawah Raja Fahd maupun Pangeran Sulthon rohimahumalloh. Tidakkah kita mengambil pelajaran dari hal ini ???

Semoga Allah Ta’ala menjaga Kerajaan Sa’udi ‘Arobia dan juga Kaum Muslimin di muka bumi ini.

بارك الله فيكم

Kategori:Lain-Lain
  1. Januari 26, 2012 pukul 6:07 pm

    bismillah,
    akh apakah sholat di kuburan (seperti gbr diatas) memang ada tuntunannya?
    afwan ana blm paham. jazakalloh khoir

  2. Januari 27, 2012 pukul 8:57 am

    anta bisa baca keterangan tentang kebolehan hal tersebut (yakni melakukan sholat jenazah di kuburan) di link http://asysyariah.com/hukum-menshalatkan-jenazah-di-kuburan.html .

    barokAllohu fiyk

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: