Beranda > Aqidah & Manhaj > Salah Satu Hikmah Puasa: Melatih Sikap Muroqobah

Salah Satu Hikmah Puasa: Melatih Sikap Muroqobah

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

Alhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala alihi wa shohbihi wa man tabi’ahum bi ihsan ila yaumiddin. Amma ba’d.

 

Wahai Saudaraku, rohimani wa rohimakumulloh, beberapa hari yang lalu kita baru saja melalui bulan Romadhon yang penuh barokah. Dan salah satu ‘amalan yang kita kerjakan selama satu bulan penuh di bulan Romadhon tersebut adalah puasa/shoum, yakni menahan diri dari makan/minum/berhubungan suami istri sejak terbitnya fajar shodiq sampai terbenamnya matahari. Juga selama bulan Romadhon tersebut kita berusaha secara maksimal untuk menjauhkan diri dari segala perbuatan-perbuatan tercela yang dapat mengurangi pahala ‘amalan puasa kita tersebut. Dan sungguh…bagi seorang Muslim yang baik keimanannya, tentu dia akan sangat merindukan akan datangnya kembali bulan Romadhon tersebut. Semoga Allah ‘Azza wa Jalla menerima ‘amalan kita dan mempertemukan kita kembali dengan Romadhon tahun berikutnya. Amin.

Dan di bulan Syawwal ini, walhamdulillah, ternyata Allah ‘Azza wa Jalla masih memberikan pula kesempatan hidup dan kekuatan bagi kita untuk menambah ‘amalan di bulan Romadhon tersebut dengan ‘amalan puasa 6 hari di bulan Syawwal (yang keutamaannya seperti berpuasa setahun penuh) ataupun untuk mengqodho’/mengganti puasa Romadhon yang kita tinggalkan dikarenakan ‘udzur yang syar’i. Sungguh…ini merupakan salah satu nikmat yang sangat besar di saat kita melihat di sekitar kita ternyata masih banyak kaum Muslimin lain yang melalaikan hal tersebut. Dan ironisnya, ternyata yang melalaikan kewajiban puasa Romadhon maupun kewajiban syari’at lainnya cukup banyak pula yang berasal dari kalangan Muslimin yang notabene hidupnya miskin. Sungguh…mereka ini adalah orang yang merugi dua kali yakni di dunia dan di akhirat. Mereka mengejar dunia dengan susah payah tapi hanya mendapatkan sedikit dan tetap miskin, serta mereka pun melalaikan pula negeri akhiratnya. Na’udzu billahi min dzalik.

 

Wahai Saudaraku, rohimani wa rohimakumulloh , tidakkah engkau merenungi hal berikut ini :

  1. Saat engkau sedang berpuasa, mengapa engkau rela untuk berlapar dan berdahaga serta “menjauhi” istrimu? Bukankah hal ini adalah suatu hal yang “berat” ?
  2. Saat engkau sedang berpuasa dan kemudian muncul rasa haus atau lapar,mengapa engkau masih pula rela untuk tidak sedikitpun minum seteguk air atau sesuap makanan? Bukankah seluruh manusia di sekitarmu pun tidak akan mengetahui apabila engkau menelan sedikit air yang segar tatkala engkau berwudhu’ atau engkau menelan secuil sisa makanan yang menyelip di gigimu tatkala engkau sedang puasa?
  3. Mengapa pula engkau rela untuk menahan gejolak hawa nafsumu tatkala engkau sedang puasa? Bukankah seluruh manusia di sekitarmu pun tidak akan mengetahui akan “lirikan nakal” matamu maupun niatan jelek dari bisikan hatimu ?
  4. Tatkala engkau memiliki hutang puasa dikarenakan ‘udzur syar’i, mengapa pula engkau tetap rela untuk menggantinya di hari lain dengan susah payah ? Bukankah seluruh manusia di sekitarmu pun tidak akan mengetahui hal ini ?

 

Wahai Saudaraku, apabila kita mau sedikit merenungi salah satu hikmah dari disyari’atkannya puasa Romadhon, ternyata di sana terdapat salah satu hikmah yang sangat besar bagi kita bersama. Hikmah besar tersebut adalah melatih kita untuk senantiasa merasa diawasi oleh Allah Dzat Yang Maha Mengetahui (muroqobah), yang mana sikap muroqobah ini merupakan salah satu tanda baiknya iman seseorang yang akan membimbing dia untuk senantiasa bersemangat tatkala berbuat kebaikan dan merasa takut untuk berbuat keburukan yang mana kelak akan Allah berikan padanya ganjaran yang sangat besar berupa Al Jannah yang kenikmatannya belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, dan belum pernah terbayangkan dalam bayangan siapa pun.

 

Wahai Saudaraku, jika selama satu bulan penuh ternyata engkau sanggup untuk bersikap muroqobah, maka hendaknya pula sikap ini engkau terapkan pada bulan-bulan lainnya dari sisa waktu hidup mu.

 

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla memberikan taufiq-Nya kepada kita bersama untuk senantiasa memiliki sikap muroqobah ini. Amin.

 

الله اعلم

بارك الله فيكم

 

Sebuah permisalan:

Seorang karyawan tentunya akan merasa takut apabila dia menyalahi aturan perusahaannya sehingga karyawan tersebut akan berusaha semaksimal mungkin untuk mentaati aturan perusahaannya dengan baik dan tidak melanggarnya, baik tatkala atasannya berada di sisi nya ataupun tidak berada di sisinya demi  mengharapkan bayaran dari gaji yang akan ia peroleh dari perusahaannya.

Maka…. tentunya sikap seorang hamba terhadap Allah ‘Azza wa Jalla, Dzat Yang Memberikan segala kenikmatan baginya dan Dzat Yang Maha Mengetahui apa yang ada di dalam hati manusia, haruslah lebih besar lagi sehingga hamba tersebut akan berusaha semaksimal mungkin untuk mentaati aturan-aturan Allah dan tidak melanggarnya demi mengharapkan pahala dari Allah yang jauh lebih baik ketimbang bayaran gaji di dunia dari sebuah perusahaan.

Surat Al ‘Alaq ayat 14 :

أَلَمۡ يَعۡلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ (١٤)

Tidaklah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?

Surat Al Ghofir (Al Mu’min) ayat 19 :

يَعۡلَمُ خَآٮِٕنَةَ ٱلۡأَعۡيُنِ وَمَا تُخۡفِى ٱلصُّدُورُ (١٩)

 

Dia [Allah] mengetahui [lirikan/pandangan] mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.

 

Surat Al Mulk ayat 13-14 :

وَأَسِرُّواْ قَوۡلَكُمۡ أَوِ ٱجۡهَرُواْ بِهِۦۤ‌ۖ إِنَّهُ ۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ (١٣) أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ (١٤)

 

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau lahirkanlah; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (13) Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui [yang kamu lahirkan dan rahasiakan]; dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui? (14)

 

Surat Luqman ayat 16 :

 

يَـٰبُنَىَّ إِنَّہَآ إِن تَكُ مِثۡقَالَ حَبَّةٍ۬ مِّنۡ خَرۡدَلٍ۬ فَتَكُن فِى صَخۡرَةٍ أَوۡ فِى ٱلسَّمَـٰوَٲتِ أَوۡ فِى ٱلۡأَرۡضِ يَأۡتِ بِہَا ٱللَّهُ‌ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ۬ (١٦)

[Luqman berkata]: “Hai anakku, sesungguhnya jika ada [suatu perbuatan] seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya [membalasinya]. Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

 

Surat Asy Syu’aro ayat 218-219 :

ٱلَّذِى يَرَٮٰكَ حِينَ تَقُومُ (٢١٨) وَتَقَلُّبَكَ فِى ٱلسَّـٰجِدِينَ (٢١٩)

 

Yang melihat kamu ketika kamu berdiri [untuk sholat], (218) dan [melihat pula] perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (219)

 

Surat Ali ‘Imron ayat 5 :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَخۡفَىٰ عَلَيۡهِ شَىۡءٌ۬ فِى ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ (٥)

 

Sesungguhnya bagi Allah tidak ada sesuatupun yang tersembunyi di bumi dan tidak [pula] di langit.

Hadits Jibril (dari Riyadush Sholihin karya An Nawawi rohimahulloh, Bab: Muroqobah, Hadits no.60) :

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضًا قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ, لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ, حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم, فأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ, وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ, وَ قَالَ : يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِسْلاَمِ, فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم : اَلإِسْلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَإِ لَهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ, وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ, وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ, وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ, وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ : صَدَقْتُ. فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْئَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِيْمَانِ, قَالَ : أَنْ بِاللهِ, وَمَلاَئِكَتِهِ, وَكُتُبِهِ, وَرُسُلِهِ, وَالْيَوْمِ الآخِرِ, وَ تُؤْمِنَ بِالْقَدْرِ خَيْرِهِ وَ شَرِّهِ. قَالَ : صَدَقْتَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ الإِحْسَانِ, قَالَ : أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنِ السَّاعَةِ قَالَ : مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ : فَأَخْبِرْنِيْ عَنْ أَمَارَاتِهَا, قَالَ : أَنْ تَلِدَ الأَمَةُ رَبَّتَهَا, وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِيْ الْبُنْيَانِ, ثم اَنْطَلَقَ, فَلَبِثْتُ مَلِيًّا, ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرُ, أَتَدْرِيْ مَنِ السَّائِل؟ قُلْتُ : اللهُ وَ رَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ : فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari ‘Umar bin Khoththob rodhiAllohu ‘anhu berkata :
Suatu ketika, kami (para sahabat) duduk di dekat Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam. Tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki mengenakan pakaian yang sangat putih dan rambutnya amat hitam. Tak terlihat padanya tanda-tanda bekas perjalanan, dan tak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya. Ia segera duduk di hadapan Nabi, lalu lututnya disandarkan kepada lutut Nabi dan meletakkan kedua tangannya di atas kedua paha Nabi, kemudian ia berkata : “Hai, Muhammad! Beritahukan kepadaku tentang Islam.”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,”Islam adalah, engkau bersaksi tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar melainkan hanya Allah, dan sesungguhnya Muhammad adalah Rosul Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; berpuasa di bulan Romadhon, dan engkau menunaikan haji ke Baitullah, jika engkau telah mampu melakukannya,” lelaki itu berkata,”Engkau benar,” maka kami heran, ia yang bertanya ia pula yang membenarkannya.
Kemudian ia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang Iman”.
Nabi menjawab,”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para RosulNya; hari Akhir, dan beriman kepada taqdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.”
Dia bertanya lagi: “Beritahukan kepadaku tentang ihsan”.
Nabi Shollallohu ‘alaihi wasallam menjawab,”Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatNya. Kalaupun engkau tidak melihatNya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
Lelaki itu berkata lagi : “Beritahukan kepadaku kapan terjadi Kiamat?”
Nabi menjawab,”Yang ditanya tidaklah lebih tahu daripada yang bertanya.”
Dia pun bertanya lagi : “Beritahukan kepadaku tentang tanda-tandanya!”
Nabi menjawab,”Jika seorang budak wanita telah melahirkan tuannya; jika engkau melihat orang yang bertelanjang kaki, tanpa memakai baju (miskin papa) serta pengembala kambing telah saling berlomba dalam mendirikan bangunan megah yang menjulang tinggi.”
Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga Nabi bertanya kepadaku : “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?”
Aku menjawab,”Allah dan RasulNya lebih mengetahui,” Beliau bersabda,”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.” [Hadits Riwayat Muslim]

 

Hadits Ibnu ‘Abbas rodhiAllohu ‘anhuma (dari Riyadush Sholihin karya An Nawawi rohimahulloh, Bab: Muroqobah, Hadits no.62) :

يَا غُلاَمُ، إِنِّيْ أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، اِحْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاْسألِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ باِلله 

Rosulullah Sholallohu ‘alaihi wasallam berwasiat kepada Ibnu ‘Abbas RodhiAllahu ‘anhuma: “Wahai anak kecil, sungguh aku akan mengajarkan beberapa kalimat (nasehat penting) kepadamu, (maka dengarkanlah baik-baik!): “Jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka Allah akan menjagamu, jagalah (batasan-batasan syariat) Allah, maka kamu akan mendapati Allah di hadapanmu (selalu bersamamu dan menolongmu), jika kamu (ingin) meminta (sesuatu), maka mintalah  (hanya) kepada Allah, dan jika kamu (ingin) memohon pertolongan, maka mohon pertolonganlah (hanya) kepada Allah…”

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: