Beranda > Akhlaq Islam > Nasihat Singkat Bagi Yang Senang Berdemo di Jalanan

Nasihat Singkat Bagi Yang Senang Berdemo di Jalanan

Sebuah Nasihat bagi Yang Senang Berdemo di Jalanan

Shohih Muslim dalam Kitab Pakaian Dan Perhiasan :

Bab 20: Larangan duduk di jalan umum dan memberikan kepada jalan apa yang menjadi haknya :

حَدَّثَنِي سُوَيْدُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنِي حَفْصُ بْنُ مَيْسَرَةَ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالْجُلُوسَ فِي الطُّرُقَاتِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَنَا بُدٌّ مِنْ مَجَالِسِنَا نَتَحَدَّثُ فِيهَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا الْمَجْلِسَ فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهُ قَالُوا وَمَا حَقُّهُ قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَكَفُّ الْأَذَى وَرَدُّ السَّلَامِ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

Telah mengabarkan kepadaku Suwaid bin Sa’id, telah mengabarkan kepadaku Hafsh bin Maisaroh dari Zaid bin Aslam dari ‘Atho’ bin Yasar dari Abi Said Al-Khudri رضي الله عنه dari Nabi صلی الله عليه وسلم, beliau bersabda: Hindarilah duduk di jalan-jalan! Para sahabat berkata: Ya Rasulullah صلی الله عليه وسلم! Kami tidak dapat menghindar untuk duduk berbincang-bincang di sana (di jalan). Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: Kalau memang kalian harus duduk juga, maka berikanlah pada jalan itu haknya. Para sahabat bertanya: Apakah haknya? Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda: menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan dari jalanan, menjawab salam, memerintahakan kepada kebaikan, dan mencegah dari keburukan.

Hadits Nomor: 3960

Penjelasan Ringkas:

(dari http://al-atsariyyah.com/etika-pengguna-jalan.html)

Di antara bentuk keuniversalan syari’at Islam dan bahwasanya dia adalah rahmat bagi seluruh alam, adalah adanya beberapa etika yang Islam syari’atkan kepada manusia berkenaan dengan benda-benda mati atau yang benda yang rendah di mata manusia. Di antara benda tersebut adalah jalanan, jalanan yang tiap hari kita rendahkan dengan cara diinjak. Akan tetapi subhanallah, Islam tetap menetapkan kepada mereka beberapa hak yang wajib ditunaikan oleh manusia sebagaimana mereka menunaikan hak manusia lainnya.

Di antara hak jalanan yang wajib kita tunaikan adalah:

1.    Menundukkan pandangan dari orang yang berlalu lalang di jalanan, terkhusus dari lawan jenis yang bukan mahramnya.

2.    Tidak mengganggu orang yang lewat, baik dengan lisan maupun dengan tangannya. Di antara contoh gangguan adalah pemalakan, penjambretan, meminta-minta di jalan, dan yang marak dilakukan di negeri ini adalah demonstrasi atau unjuk rasa, yang jelas-jelas memberikan gangguang kepada pengguna jalan.

3.    Menjawab salam orang yang mengucapkan salam kepadanya. Ini adalah kewajiban baik ketika di jalan maupun ketika di tempat lain.

4.    Memerintahkan para pengguna jalan kepada kebaikan. Termasuk di dalamnya aturan-aturan yang dibuat oleh polantas guna kenyamanan para pengguna jalan.

5.    Melarang mereka dari kemungkaran seperti melarang mereka dari demonstrasi.

6.    Tidak buang air besar dan buang air kecil di jalan yang biasa dilalui oleh manusia walaupun itu hanya jalan setapak atau jalan kecil dalam lorong. Dan tidak juga di bawah tempat dimana biasa orang-orang bernaung, baik berupa pohon atau bangunan.

7.    Menyingkirkan semua bahaya dan gangguan dari jalanan yang bisa mengganggu para pengguna jalan. Misalnya menyingkirkan gundukan pasir atau batu dari pinggir jalanan yang bisa menyebabkan kemudharatan bagi pengguna kendaraan atau bagi orang-orang yang berada di dekat situ. Termasuk melanggar hal ini adalah meletakkan penghalang di jalan saat demonstrasi (walaupun demonstrasi sendiri pada dasarnya sudah dilarang) atau memasang polisi tidur terlalu tinggi atau runcing atau memasang terlalu banyak sehingga membahayakan pengguna jalan.

Yang jelas, kapan suatu kegiatan bisa mengganggu pengguna jalan, maka masuk ke dalam larangan dalam hadits-hadits di atas. Wallahu a’lam

Tambahan Faedah Dari Asy Syaikh Sholih As Suhaimi secara makna :

(melalui faedah Al Ustadz Qomar,Lc ke Yaman dan Sa’udi ‘Arobia pada Robi’ul Tsani 1432 H atau Maret-April 2011 via http://www.ilmoe.com/2888/perjalanan2-ke-yaman-dan-saudi-arabia-25-3-11-mp3.html)

Dari hadits tentang larangan duduk-duduk di pinggir jalan ini terdapat pula faedah terlarangnya berdemonstrasi sebagaimana yang banyak dilakukan oleh sebagian kaum Muslimin di jalanan-jalanan.

Di dalam hadits tersebut disebutkan bahwa diperbolehkan untuk duduk-duduk di pinggir jalan apabila telah memenuhi hak-hak jalan, yakni : menundukkan pandangan, menyingkirkan gangguan dari jalanan, menjawab salam, memerintahakan kepada kebaikan, dan mencegah dari keburukan.

Maka, bagi orang-orang yang senang untuk “turun ke jalan” (yang ironisnya banyak pula yang melabeli dirinya/kelompoknya dengan embel-embel Islam), patut kita bertanya kepada mereka :

1. Sudahkan kalian tunaikan hak-hak jalan saat kalian “turun ke jalan” wahai Saudaraku ?

2. Bukankah seringkali di dalam “aksi turun ke jalan” yang kalian lakukan tersebut ternyata saling bercampur baur kaum lelaki dan perempuan ? Lantas, bagaimana kalian akan menundukkan pandangan wahai Saudaraku ?

3. Sudahkan kalian menghilangkan gangguan dari jalan sebagai salah satu hak jalan ? Bukankah justru kalian lah yang menjadi “gangguan” itu sendiri dengan “aksi turun ke jalan” yang menyebabkan terganggunya hak-hak pengguna jalan yang lainnya seperti membuat macet, berserakannya sampah-sampah di jalanan sisa dari “aksi turun ke jalan”, membuat “tambahan” kerjaan bagi para petugas di jalan, dan yang lainnya ?

4. Sudahkah pula kalian beramar ma’ruf nahi munkar di jalanan secara syar’i ketika kalian “turun ke jalan” ?

Wahai Saudaraku, jika kalian telah mengetahui tentang hukum-hukum tersebut di atas, maka jelaslah bagi kalian yang masih memiliki hati yang bersih untuk bisa menilai tentang hukum berdemonstrasi di jalanan secara ajaran Islam yang merupakan agama yang kita anut dan kita perjuangkan bersama.

Lantas, masihkah kalian mau berdemonstrasi wahai Saudaraku ???

Surat Al Hasyr ayat 2 :

فَٱعۡتَبِرُواْ يَـٰٓأُوْلِى ٱلۡأَبۡصَـٰرِ

…..maka ambillah [hal itu] untuk menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan !

Kategori:Akhlaq Islam
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: