Beranda > Aqidah & Manhaj > Bahasan Ringkas Tentang Kedudukan ‘Isa (Jesus) ‘alaihissalam dan Maryam Dalam Al Qur’an

Bahasan Ringkas Tentang Kedudukan ‘Isa (Jesus) ‘alaihissalam dan Maryam Dalam Al Qur’an

Bahasan Ringkas Tentang Kedudukan ‘Isa (Jesus) ‘alaihissalam dan Ibunda Maryam rodhiAllahu ‘anha Dalam Al Qur’an

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala Rosulillah shollallahu ‘alaihi wasallam wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in wa man tabi’ahum bi ihsan ila yaumiddin. wa ba’du.

Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam semoga tercurah atas Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam dan kepada keluarganya, segenap sahabatnya, dan kepada orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Kemudian setelahnya,

Berbicara mengenai kedudukan ‘Isa ‘alaihissalam dan ibudanya yakni Maryam, maka secara garis besarnya terbagi menjadi 3 kelompok :

1. kelompok yang berlebihan di dalam menyikapi keduanya, sehingga kelompok ini mengangkat derajat ‘Isa ‘alaihissalam dan ibundanya (Maryam) melebihi dari kedudukan yang sebenarnya. Di dalam kelompok ini ada yang menganggap bahwa ‘Isa adalah anak Allah, ada pula yang menganggap bahwa ‘Isa adalah satu dari tiga oknum (paham trinitas), ada pula yang menganggap bahwa ‘Isa adalah jelmaan Allah itu sendiri, ada pula yang menjadikan Maryam sebagai sesembahan, dan lainnya. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan tersebut.

2. kelompok yang merendahkan kedudukan keduanya, sehingga kelompok ini menganggap bahwa ‘Isa adalah anak hasil zina dan ibundanya adalah seorang pezina.

3. kelompok yang pertengahan di dalam menyikapi keduanya, yakni menempatkan mereka berdua sebagaimana mestinya. Kelompok ini menganggap bahwa ‘Isa adalah manusia biasa yakni hamba Allah yang diangkat menjadi nabi/rosul/utusan Allah sebagaimana nabi/rosul yang lain untuk menyampaikan wahyu-NYA kepada Bani Isroil dengan diberikan kepadanya kitab Injil.

Sehingga, kelompok ini menghormati kedudukan ‘Isa ‘alaihissalam sebagai rosul dan juga tidak berlebihan mengangkat derajatnya mencapai derajat ketuhanan dikarenakan ‘Isa juga adalah manusia biasa. Bahkan, di dalam Al Qur’an ada surat bernama Al Ma’idah yang berarti hidangan (jamuan makan) yang menceritakan kisah diturunkannya hidangan (jamuan makan) dari langit kepada ‘Isa dan pengikutnya yang mana hal ini merupakan pemuliaan Islam kepada ‘Isa ‘alaihissalam.

Adapun terhadap Maryam, kelompok ini juga menganggap bahwa Maryam adalah wanita biasa yang Allah karuniakan sifat-sifat mulia dan terjaga dari perbuatan kefasikan atau zina sebagaimana yang dituduhkan oleh kelompok yang merendahkan kedudukannya. Bahkan, di dalam Al Qur’an ada satu surat yang nama suratnya adalah Maryam yakni surat ke-19 dengan jumlah ayat 98. Hal ini adalah sebagai salah satu pemuliaan Islam terhadap Maryam.

Dari 3 kelompok di atas, tentunya Anda telah mengetahui siapa yang masuk kelompok pertama, kedua, dan ketiga.

Kelompok pertama adalah kaum Nashroni, kelompok kedua adalah kaum Yahudi, dan kelompok ketiga adalah kaum Muslimin.

Dikarenakan saya adalah seorang Muslim, maka saya akan menyebutkan beberapa ayat di dalam Al Qur’an yang berbicara mengenai ‘Isa ‘alaihissalam dan ibundanya yakni Maryam. Sehingga, saya berharap agar Anda mengetahui bagaimana kedudukan seorang Muslimin terhadap ‘Isa dan Maryam dan kemudian semakin jelas kebenaran bagi Anda apabila selama ini Anda berada pada keyakinan yang keliru tentang kedudukan keduanya. Dan hanya kepada Allah saja lah Dzat yang dapat memberikan petunjuk kepada setiap hamba-NYA.

Adapun jika Anda sudah terlanjur meragukan tentang kebenaran Al Qur’an, maka hendaknya Anda membaca artikel ini di https://pentasatriya.wordpress.com/2010/10/01/tantangan-terbuka-bagi-kaum-yang-meragukan-kebenaran-al-quran/ , sehingga Anda bisa memperbaiki prasangka buruk Anda terhadap Al Qur’an.

Surat Al Baqoroh ayat 23-24 :
وَإِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَى عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِن مِّثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَآءَكُم مِّن دُونِ اللَّهِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ {23} فَإِن لَمْ تَفْعَلُوا وَلَن تَفْعَلُوا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ أُعِدَّتْ لِلْكَافِرِينَ {24

23. Dan jika kalian berada dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), maka buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kalian adalah orang-orang yang benar. 24. Maka jika kalian tidak dapat membuat(nya) – dan pasti kalian tidak akan dapat membuat(nya), maka peliharalah diri-diri kalian dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir.

Berikut ini adalah nukilan ayat-ayatnya :


1. bahwa ‘Isa adalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi yang lainnya :

Al Ahzab ayat 7 (yang artinya) :

Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil perjanjian dari nabi-nabi dan dari kamu (sendiri) dari Nuh, Ibrahim, Musa dan ‘Isa putra Maryam, dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang teguh

Al An’am ayat 84-85 (yang artinya) :

84. Dan Kami telah menganugerahkan Ishak dan Yaqub kepadanya. Kepada keduanya masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan kepada Nuh sebelum itu (juga) telah Kami beri petunjuk, dan kepada sebahagian dari keturunannya (Nuh) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 85. dan Zakaria, Yahya, ‘Isa dan Ilyas. Semuanya termasuk orang-orang yang shaleh.

Al Baqoroh ayat 136 (yang artinya) :

Katakanlah (hai orang-orang mukmin): “Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”.


2. bahwa keajaiban-keajaiban yang dilakukan oleh ‘Isa adalah merupakan mukjizat dari Allah :

Al Ma’idah ayat 110 (yang artinya) :

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan ruhul qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) diwaktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan ijin-Ku, kemudian kamu meniup kepadanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah) di waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir diantara mereka berkata: “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.”


3. bahwa ‘Isa berdo’a kepada Allah (Tuhan Semesata Alam) yang menunjukkan bahwa ia adalah manusia biasa:

Al Ma’idah ayat 112-114 (yang artinya) :

112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putera Maryam, sanggupkah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?.” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang yang beriman.” 113. Mereka berkata: “Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.” 114. Isa putera Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki Yang Paling Utama.”


4. bahwa ‘Isa tidaklah memerintahkan kepada pengikutnya untuk disembah :

Al Ma’idah ayat 72 (yang artinya) :

Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Al Ma’idah ayat 116 (yang artinya) :

Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”

At Taubah ayat 31 (yang artinya) :

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.


5. bahwa ‘Isa dan Maryam merupakan manusia biasa yang juga memakan makanan sebagaimana manusia lainnya makan :

Al Ma’idah ayat 75 (yang artinya) :

Al Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan[433]. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (ahli kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling (dari memperhatikan ayat-ayat Kami itu).


6. bahwa ‘Isa dan Maryam merupakan salah satu bukti kekuasaan Allah Tuhan Semesta Alam yang Allah tunjukkan kepada hamba-hamba-NYA :

Al Mu’minun ayat 50 (yang artinya) :

Dan telah Kami jadikan (Isa) putera Maryam beserta ibunya suatu bukti yang nyata bagi (kekuasaan Kami), dan Kami melindungi mereka di suatu tanah tinggi yang datar yang banyak terdapat padang-padang rumput dan sumber-sumber air bersih yang mengalir (yakni suatu tempat di Palestina).

Ali ‘Imron ayat 45 (yang artinya) :

(Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah)

Az Zukhruf ayat 59 (yang artinya) :

‘Isa tidak lain hanyalah seorang hamba yang Kami berikan kepadanya nikmat (kenabian) dan Kami jadikan dia sebagai tanda bukti (kekuasaan Allah) untuk Bani lsrail

7. bahwa ‘Isa bukanlah orang yang disalib dan masih hidup sampai saat ini dan kelak akan Allah turunkan ke bumi sebagai salah satu tanda besar kiamat :
Ali ‘Imron ayat 55(yang artinya)  :

(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”

An Nisa’ ayat 157-159 (yang artinya) :

157. Dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. 158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

8. bahwa penciptaan ‘Isa yang tanpa ayah adalah sebagaimana penciptaan Adam yang tanpa ayah dan ibu yang merupakan tanda kekuasaan Allah Tuhan Semesta Alam :
Ali ‘Imron ayat 59 (yang artinya) :

Sesungguhnya pemisalan (penciptaan) Isa di sisi AllAh, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya (dengan kalimat): “Jadilah” (seorang manusia), maka jadilah dia.


9. tantangan bagi kaum yang menolak kebenaran kisah tentang ‘Isa dalam Al Qur’an :

Ali ‘Imron ayat 61 (yang artinya) :

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la’nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta

10. bantahan bagi kaum yang meyakini paham trinitas :
An Nisa’ ayat 171 (yang artinya) :

Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, ‘Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: “(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.


11. bahwa ‘Isa telah memberitahukan kaumnya tentang kedatangan seorang nabi di akhir zaman :

Ash Shaf ayat 6 (yang artinya) :

Dan (ingatlah) ketika ‘Isa putra Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata.”


12. kisah tentang kebersihan dan kehormatan Maryam dari tuduhan dusta sebagai pezina :

Al Anbiya’ ayat 91 (yang artinya) :

Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam (tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam.
Ali ‘Imron ayat 42 (yang artinya) :

Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).


13. tentang proses penciptaan ‘Isa dalam rahim Maryam dan penjelasan tentang hikmah penciptaan ‘Isa :

Ali ‘Imron ayat 45-51 (yang artinya) :

45. (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), 46. dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh.” 47. Maryam berkata: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun.” Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. 48. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan Injil. 49. Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israil (yang berkata kepada mereka): “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. 50. Dan (aku datang kepadamu) membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda (mukjizat) daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. 51. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.”


14. tentang kisah Maryam di dalam surat Maryam :

Maryam ayat 16-36 (yang artinya) :

Dan ceritakanlah [kisah] Maryam di dalam Al Qur’an, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, (16) maka ia mengadakan tabir [yang melindunginya] dari mereka; lalu Kami mengutus roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya [dalam bentuk] manusia yang sempurna. (17) Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (18) Ia [Jibril] berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (19) Maryam berkata: “Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusiapun menyentuhku dan aku bukan [pula] seorang pezina!” (20) Jibril berkata: “Demikianlah, Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan.’” (21) Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. (22) Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia [bersandar] pada pangkal pohon kurma, ia berkata: “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”. (23) Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. (24) Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (25) Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: ’Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusiapun pada hari ini.’” (26) Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. (27) Hai saudara perempuan Harun [1] ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”, (28) maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” (29) Berkata ’Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab [Injil] dan Dia menjadikan aku seorang nabi, (30) dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku [mendirikan] shalat dan [menunaikan] zakat selama aku hidup; (31) dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. (32) Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (33) Itulah ’Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. (34) Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia. (35) Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus. (36)

Demikianlah sebagian poin tentang keterangan dari Al Qur’an berkenaan dengan ‘Isa dan Maryam. Maka, apabila Anda telah mengetahui kebenaran akan kedudukan ‘Isa dan Maryam yang sebenarnya sebagaimana yang dijelaskan dalam Islam, tidakkah Anda mau kembali mempelajari Islam secara benar ???
Maka dari itu, hendaknya kita semua mengakui bersama bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dia-lah satu-satunya yang berhak untuk kita sembah dan ibadahi. Tiada sekutu bagi-NYA dengan suatu apapun. Sebagai penutup, saya bawakan surat Al Ikhlash yang secara tegas menyatakan akan ke-Esa-an Allah Tuhan Semesta Alam.
Artinya :

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. (2) Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, (3) dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”. (4)

Nas’alullahassalamah wal ‘afiyah, kita memohon kepada Allah keselamatan dan keterjagaan.
Assalamu ‘ala man ittaba’ al huda, keselamatan semoga tercurah kepada orang-orang yan gmau mengikuti petunjuk.
walhamdulillahi robbil ‘alamin, dan segala puji hanya bagi Allah Tuhan semesta alam.
~abu hamzah~

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: