Beranda > Aqidah & Manhaj > Masih Mau Minta Tolong Ke Mbah Marijan atau Mbah-Mbah Yang Lain???

Masih Mau Minta Tolong Ke Mbah Marijan atau Mbah-Mbah Yang Lain???

Jumat, 05/11/2010 20:09 WIB
Surono: Mbah Maridjan Meninggal Bukan karena Awan Panas
Febrina Ayu Scottiati – detikNews
http://www.detiknews.com/read/2010/11/05/200905/1487778/10/mbah-rono-mbah-maridjan-meninggal-bukan-karena-awan-panas?991103605

Jakarta – Banyak yang meyakini kalau Mbah Maridjan juru kunci Gunung Merapi meninggal dunia karena terkena awan panas. Tapi Kepala Mitigasi Bencana dan Vulkanologi Surono atau akrab disapa Mbah Rono punya penilaian lain.

“Mbah Maridjan enggak langsung kena awan panas,” kata Mbah Rono di RS Sardjito, Yogyakarta, Jumat (5/11/2010).

Dia menjelaskan, Mbah Maridjan hanya terkena pinggiran awan panas, meski demikian panasnya mencapai 300 derajat celcius.

“Cuma pinggiran udara panas, awan panas waktu itu 800 derajat. Mbah Maridjan kena pinggiran suhunya 300 derajat,” terangnya.

Dia melanjutkan, tentu bila melihat suhu setinggi itu, makhluk hidup pun tidak akan mungkin bertahan, termasuk Mbah Maridjan.

“Siapa yang bisa hidup sama suhu 300 derajat. Jadi sebelum awan panas datang ya menyingkir dahulu,” tutupnya.

Mbah Maridjan ditemukan dengan luka bakar sambil bersujud menghadap ke selatan di dapur rumahnya di Kinahrejo, Cangkringan pada 26 Oktober 2010 pagi. Rumah Mbah Maridjan hanya berjarak 4 Km dari Merapi.

catatan:

Kenapa sujud kok menghadap ke arah selatan (arah Laut Selatan) dan di dapur??? kalau memang sujud sedang sholat, seharusnya menghadap kiblat (barat) dan bukan di dapur. Apabila kita melihat sepak terjang Mbah Marijan selama ini yang mana ia banyak melakukan ritual-ritual yang bertentangan dengan ajaran Islam, maka ia lebih pantas disebut sebagai Mbah Dukun. Wahai kaum Muslimin….lihatlah oleh kalian sendiri. Ternyata Mbah Marijan ini pun tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri dan perkampungannya sendiri. Lantas, bagaimana mungkin ia dapat menyelamatkan orang lain dan perkampungan lain??? Bukankah saat in pun perkampungan Mbah Marijan telah luluh lantak???

Belum lagi sekarang ini sudah ribut-ribut mencari pengganti Mbah Marijan yang katanya disebut sebagai Mbah Ponimin. Yang mengenaskan, salah seorang kerabat saya di Klaten sana sempat cerita bahwa Mbah Ponimin ini juga gak kalah hebatnya dengan Mbah Marijan. Menurut cerita (baca: lanturan) kerabat saya itu, Mbah Ponimin selamat dari terjangan “wedhus gembel” dengan hanya bermodalkan kain mukena. Bahkan sampai-sampai menurut lamunannya, ada orang yang ingin membeli kain mukena tersebut dengan harga jutaan. SubhanAllooh….sadarlah wahai kaum Muslimin…..belumkah kalian tersadarkan juga dengan sekian banyak peringatan Allah kepada kalian??? Bahkan saat ini Mbah Ponimin inipun tidak sanggup menyelamatkan anak-anaknya sendiri sehingga anak-anaknya pun turut mengungsi. Lantas, bagaimana bisa ia akan menyelamatkan orang lain??? (lihat http://www.detiknews.com/read/2010/11/05/200105/1487774/10/mbah-ponimin-istri-tak-diketahui-keberadaannya )

Beberapa waktu lalu juga sempat heboh “batu ajaib” (mbah cilik) Ponari di Jombang yang “katanya” bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit sehingga ribuan kaum Muslimin berdatangan minta “barokah” kepada sebongkah benda mati bernama batu. Walhasil, saking banyaknya orang yang datang, ternyata mbah cilik Ponari ini pun sempat jatuh sakit karena kecape’an. Wahai kaum Muslimin….di mana akal sehat kalian??? Bahkan mbah cilik Ponari itupun bisa terkena sakit sehingga harus pula berobat. Lantas, di mana “barokah” batu nya kok tetap bisa membuat pemiliknya jatuh sakit??? Kalau demikian keadaannya, maka bagaimana mungkin ia bisa menyembuhkan orang lain???

Juga sang dukun betina Mama Lauren yang katanya bisa mengetahui kejadian perkara yang akan datang. Ternyata, matinya pun datang tiba-tiba dan keluarganya pun tidak ada yang mengetahui maupun yang mendapat “wangsit” terlebih dahulu tentang kedatangan kematiannya. Kalau memang ternyata si dukun betina ini tidak bisa memperkirakan kedatangan kematian dirinya sendiri, maka bagaimana mungkin ia bisa mengetahui perkara yang akan menimpa orang lain??? Maka kaum Muslimin, di mana kalian letakkan akal sehat kalian??? Di mana kalian letakkan kedudukan Allah sebagai Dzat Yang Maha Mengetahui???

Wahai sekalian manusia, Allah telah menunjukkan kepada kalian bahwa orang-orang yang selama ini kalian anggap “sakti” yang bisa mengatur gunung merapi, mengobati berbagai penyakit, mengetahui perkara yang akan datang, dan semisalnya……ternyata mereka pun tidak bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Maka bagaimana mungkin ia bisa menyelamatkan orang lain??? Gunakanlah akal sehat kalian wahai manusia….!!! Tidakkah cukup bagi kalian akan peringatan dari Allah ini???

Karena itu, hendaknya kita semua kembali kepada jalan Allah dengan banyak bertaubat kepada Allah Ta’ala, karena Dia lah Dzat satu-satunya Yang Menciptakan, Menguasai, dan Mengatur alam semesta ini, yang tiada sekutu bagi Allah sedikitpun. Dan tinggalkanlah oleh kalian segala macam bentuk kesyirikan kepada selain Allah baik itu kepada para dukun berkedok tokoh agama, “penunggu” merapi, laut selatan, atau yang lainnya. Serahkanlah segala macam bentuk peribadatan kita hanya kepada Allah semata.

Dan ingatlah, jika kalian tetap seperti ini keadaannya, maka tunggulah ‘adzab Allah yang lebih dahsyat daripada ini. Semoga Allah memperbaiki kondisi kaum Muslimin. Amin.

Ingatlah oleh kalian wahai Muslimin akan firman Allah Ta’ala :

Ar Ruum ayat 41 (yang artinya):
Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan Allah).

Surat At Taghoobun ayat 11 (yang artinya):
Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Surat Asy Syuuro ayat 30-31 (yang artinya):
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). Dan kamu tidak dapat melepaskan diri (dari azab Allah) di muka bumi, dan kamu tidak memperoleh seorang pelindung dan tidak pula penolong selain Allah.

Surat Al A’roof ayat 3-4 (yang artinya):
Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya). Dan betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk)nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari.

Kategori:Aqidah & Manhaj
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: