Beranda > Sakinah > Masih Mau ke Dokter Kandungan Laki-Laki???

Masih Mau ke Dokter Kandungan Laki-Laki???

Bismillaah

Assalaamu’alaykum

Sebagai seorang suami, fithroh/kodrat nya adalah memiliki kecemburuan terhadap istrinya.

Dan memang hal ini dianjurkan pula di dalam syariat Islam.

 

Seorang suami yg tidak memiliki kecemburuan thd istri/keluarganya, maka ia bisa terjatuh dalam apa yg disebut dayyuts yakni suami yg membiarkan keburukan dalam keluarganya.

Dan dayyuts ini adalah dosa besar (lihat dalam Al Kaba-ir karya Imam Adz Dzahabi).

Sebagai contoh:

Apabila seorang suami sedang berjalan dengan istrinya, kemudian ada lelaki lain yang memandangi wajah/tubuh istrinya, tentu saja sebagai seorang suami pasti akan marah besar terhadap orang tersebut.

Bukankah demikian wahai para suami??? Apakah kita rela ada lelaki lain yang memandangi wajah/tubuh istri kita ???

Saya yakin semua suami yg membaca artikel ini akan menjawab tidak rela. Dan inilah memang jawaban yang disyariatkan. Bila Anda menjawab rela, maka sungguh patut dipertanyakan posisi Anda sebagai seorang suami.

 

Akan tetapi, sadarkah kita para suami…ternyata sadar atau tidak sadar kita telah hilang kecemburuannya sama sekali di keadaan yang lain???

Dan ini adalah musibah yang banyak menimpa para suami, terutamanya kaum Muslimin.

Perkara yang saya maksud adalah para suami yang membiarkan istrinya datang ke dokter kandungan yang berjenis kelamin laki-laki, baik utk sekedar memeriksa atau bahkan parahnya sampai proses persalinan.

 

Mengapa engkau wahai para suami merelakan dokter laki-laki tersebut (maaf) melihat, memegang, dan bahkan mengobok-obok aurat terbesar istrimu??? Sementara engkau wahai para suami tidak rela dan bahkan marah besar jika ada laki-laki lain yang “sekedar” memandangi wajah/tubuh istrimu???

 

Mungkin sebagian suami ada yang beralasan:

1.       Tapi kan ia dokter…ya beda lah…..

Jawaban hal ini: benar wahai para suami…ia adalah dokter….tapi ingatlah…dokter itu adalah laki-laki yang juga Allah berikan padanya hawa nafsu, dan syaithon pun tidak pula lalai menggoda dokter laki-laki ini.

 

2.       Memang betul dokter itu juga laki-laki….tapi kan dokter itu sudah biasa melakukan yg demikian….jadi ya gak mungkinlah ia (maaf) “ON” tatkala tugas.

Jawaban hal ini : mana jaminannya bahwa dokter laki-laki tersebut bisa mengendalikan hawa nafsunya? Bukankah suami istri yang sudah menikah puluhan tahun pun tatkala mereka bercengkrama ternyata tetap bisa (maaf) “ON” juga???

 

3.       Tapi kan ini darurat…soalnya susah nyari dokter kandungan perempuan…kalau pun ada..wah….antrinya panjang….

Jawaban hal ini: apakah dikarenakan alasan ini sudah dimasukkan kategori darurat menurut engkau wahai suami??? Hanya sedemikiankah pengorbananmu terhadap istrimu yg mengandung anakmu??? Apakah di sekitarmu bidan pun tidak ada??? Apakah kalau tidak ke dokter laki-laki maka istrimu bisa terancam mati???

 

Demikian.

Semoga bermanfaat untuk memperbaiki kita bersama.

Dan bagi yang terlanjur pernah berbuat demikian, maka semoga Allah permudahkan ia untuk bertobat dan Allah berikan kebaikan baginya dan keluarganya. Amin.

 

BaarokAlloohu fiykum

Kategori:Sakinah
  1. erwin
    Februari 16, 2013 pukul 3:06 pm

    memang ia.siapa yg rela mrs.V istri kita di obok2 lelaki,walaupun dia dokter kandungan.karena itu juga merupakan kehormatan kita sebagai suami.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: